ANALIS MARKET (18/9/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (17/9), IHSG ditutup menguat +25,58 poin (+0,40%) ke level 6.462,43.
Penguatan IHSG setelah terkoreksi enam hari beruntun, didorong oleh kepastian kebijakan suku bunga The Fed yang sudah diantisipasi pasar (priced-in).
Kemudian, Direktur Jenderal Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pada Kamis (17/9) bahwa pemerintah belum akan meningkatkan campuran minyak sawit 60% atau B60 dalam mandatori biodiesel dan masih akan mempertahankan tingkat B50 pada 2027.
Disaat yang sama, Reuters melaporkan bahwa pemerintah India sedang mempertimbangkan untuk menurunkan tarif bea impor komoditas minyak nabati guna meredam inflasi pangan seiring potensi lonjakan permintaan menjelang festive season.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+0,61%), S&P 500 (+1,14%), & Nasdaq (+1,69%).
Pengutan tersebut terutama karena penurunan harga minyak mentah dunia, meredakan kekhawatiran inflasi dan kenaikan yield Treasury AS, sehingga tekanan terhadap valuasi saham berkurang.
Sinyal dari Arab Saudi mengenai kemajuan pemulihan kapasitas distribusi minyak melalui jalur pipa Timur-Barat membantu menurunkan risiko gangguan pasokan energi, yang sebelumnya mendorong harga minyak dan yield naik.
Kondisi ini kemudian memperbaiki sentimen terhadap saham teknologi dan perusahaan hyperscaler yang sensitif terhadap biaya pendanaan, seperti Amazon, Microsoft, Meta, Alphabet, dan Oracle.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed dengan adanya ruang penguatan terbatas seiring mulai turunnya harga minyak mentah dunia,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (18/9).





