PGEO|PLTP Lumut Balai|PLTP Lumut Balai Unit 3|PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE)|pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP)

PGE Mulai Bor Sumur Kedua Lumut Balai, Proyek PLTP 55 MW Dikebut!

Oleh: Corri

21 September 2026, 18:38
PGE Mulai Bor Sumur Kedua Lumut Balai, Proyek PLTP 55 MW Dikebut!

Foto: dok. PGEO

Pasardana.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Lumut Balai resmi memulai pengeboran sumur kedua, LMB-19.4, guna mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW).

Pengeboran tersebut dimulai pada Kamis, 17 September 2026, pukul 22.00 WIB, dengan menggunakan rig GDAP#123.

Pengeboran sumur kedua ini merupakan kelanjutan dari tajak (spud-in) sumur eksplorasi pertama pada Juli 2026.

Tajak perdana PLTP Lumut Balai Unit 3 dilakukan di sumur LMB 19-3 di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, juga menggunakan rig GDAP#123, dengan kedalaman 2.500 meter.

Proyek yang berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan, ini ditargetkan beroperasi secara penuh (Commissioning Operation Date/COD) pada 2030.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani menyampaikan, bahwa proyek ini menjadi bagian penting dari upaya PGE memperkuat kontribusi panas bumi di Sumatera, terlebih pada momentum satu abad pengembangan panas bumi nasional.

"Momentum satu abad panas bumi nasional ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus mempercepat pengembangan, salah satunya melalui PLTP Lumut Balai Unit 3. Proyek ini menjadi wujud nyata komitmen PGE menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat, khususnya di Sumatera Selatan, sekaligus melanjutkan capaian Unit 2 yang telah beroperasi lebih dulu. Kami optimistis, proyek ini akan turut mempercepat langkah PGE menuju target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (21/9).

Project Manager Lumut Balai Unit 3 & 4 Heri Susanto menyampaikan bahwa keberhasilan proses pengeboran membutuhkan sinergi seluruh pihak serta konsistensi dalam menerapkan standar keselamatan, kualitas, dan operasional.

Ia menambahkan, pengeboran Sumur LMB-19.4 ditargetkan dapat rampung dalam waktu 40 hari.

"Dimulainya pengeboran sumur kedua LMB-19.4 menjadi kelanjutan dari berhasilnya sumur LMB-19.3 yang telah selesai sebelumnya. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keselamatan seluruh pekerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan," ujar Heri Susanto.

Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 juga merupakan bagian dari arah strategis pemerintah, yang tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book & Green Book 2025–2029 Kementerian PPN/Bappenas.

Keberadaannya melengkapi PLTP Lumut Balai Unit 1 & 2 berkapasitas masing-masing 55 MW yang telah beroperasi sejak akhir 2019 dan Juni 2025.

Selaras dengan hal tersebut, General Manager PGE Area Lumut Balai Catur Hendro Utomo menyampaikan bahwa dimulainya pengeboran Sumur LMB-19.4 menandai tahap penting dalam pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3.

"Pengeboran LMB-19.4 ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Sumur LMB-19.3 sebelumnya, dan menjadi bukti bahwa proses pengembangan di lapangan terus berjalan sesuai rencana. Kami optimistis, dengan sinergi seluruh tim dan mitra kerja, target rampung pengeboran dalam 40 hari dapat tercapai. Ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan PLTP Lumut Balai Unit 3 dapat beroperasi tepat waktu," ujar Catur Hendro Utomo.

Seiring dengan arah pengembangan tersebut, PGE telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri, sebagai fondasi pengembangan jangka panjang perusahaan.

Berita Terkini

See More