Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (19/8/2026): IHSG Berpotensi Koreksi Terbatas

Oleh: Ria

19 Agustus 2026, 07:14
ANALIS MARKET (19/8/2026): IHSG Berpotensi Koreksi Terbatas

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (18/8). Sektor semikonduktor memimpin penurunan di sektor teknologi, sementara ketidakpastian di Timur Tengah mendorong yield obligasi ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai biaya pinjaman dan inflasi. Indeks S&P 500 turun 53,30 poin, Nasdaq Composite melemah 1,33%, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,22%. Penurunan terbesar pada indeks S&P 500 yang disebabkan oleh saham individu datang dari perusahaan-perusahaan chip, termasuk saham produsen chip AI Nvidia turun 2,3%, dan saham produsen chip memory Micron Technology anjlok 7%. Di sisi lain, memudarnya harapan akan perdamaian di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak, yang menyebabkan kenaikan yield obligasi Treasury AS tenor 30 tahun ke level tertinggi sejak tahun 2007. Yield obligasi tenor 10 tahun juga menyentuh level tertinggi sejak Jan-25. Indeks Semikonduktor Philadelphia SE anjlok 5% saat investor melepas saham-saham yang sebelumnya sempat rally akibat lonjakan permintaan terkait AI. Meningkatnya biaya pinjaman menurunkan nilai yang bersedia dibayarkan investor untuk potensi pertumbuhan laba perusahaan teknologi. Saham lain terdampak meliputi perusahaan penyimpanan data Sandisk dan Western Digital, masing-masing turun 9% dan 7,4%. ETF Roundhill Memory merosot 8,8% setelah mencatat kenaikan selama lima sesi berturut-turut.

Di sisi lain, Bursa Asia beragam dengan mayoritas turun pada perdagangan Selasa (18/8), setelah Wall Street mengawali pekan dengan pelemahan. Selain itu, investor masih mencermati ketegangan antara AS dan Iran serta kekhawatiran inflasi yang mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah AS. Indeks Korea Selatan, KOSPI turun 1,55% dan KOSDAQ anjlok 3,5%. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang menurun 2,5%. Selain itu, indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,03% dan Taiex Taiwan turun 1,2%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong naik 0,07%. Pergerakan tersebut mengikuti sesi perdagangan negatif pada Wall Street. Harga minyak naik lebih dari 2% akibat ketidakpastian mengenai gencatan senjata AS-Iran yang berakhir pada Senin. Negosiasi antara kedua negara juga mengalami kebuntuan. Presiden AS Donald Trump bahkan mengatakan akan menyerang Oman “jika menghalangi” proses tersebut.

Sementara itu, IHSG diperdagangan kemarin (18/8) ditutup naik 0.76%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp689 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah ISAT, BBRI, DSSA, TPIA dan ASII.

“IHSG berpotensi koreksi terbatas hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6330-6400 dan Resist IHSG: 6500-6550,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Rabu (19/8).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BBCA, PADA, TPIA, CUAN, ANTM, dan PANI.

Berikut ini trading plan-nya:

BBCA Spec Buy dengan area beli di 6200-6300, cutloss di bawah 6200. Target dekat di 6375-6575.

PADA Buy on Weakness dengan area beli di 230-240, cutloss di bawah 230. Target dekat di 254-268.

TPIA Spec Buy dengan area beli di 1965, cutloss di bawah 1950. Target dekat di 2010-2060.

CUAN Spec Buy dengan area beli di 820-840, cutloss di bawah 820. Target dekat di 855-875.

ANTM Spec Buy dengan area beli di 3100, cutloss di bawah 3080. Target dekat di 3130-3160.

PANI Spec Buy dengan area beli di 6000-6075, cutloss di bawah 5925. Target dekat di 6125-6200.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More