Indeks Kospi Turun 0,58 Persen

Oleh: Rezy

08 September 2026, 14:53
Indeks Kospi Turun 0,58 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 40,87 poin, atau sekitar 0,58 persen, pada Selasa (8/9/2026), menjadi 6.954,52.

Volume perdagangan moderat mencapai 331,93 juta saham senilai 25,96 triliun won atau sekitar US$19,3 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 632 berbanding 230.

Angka indeks melemah dipicu kekhawatiran peningkatan bunga Federal Reserve dan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

“Kehadiran GPT-6 Astra yang dibuat oleh OpenAI sempat membuat saham semikonduktor terdongkrak, namun kekhawatiran peningkatan suku bunga The Fed membuat indeks Kospi berakhir dengan pelemahan,” jelas Lim Seung-Min, analis Hana Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor ritel melepas saham senilai 3,05 triliun won, sedangkan investor institusi dan asing total meraup saham senilai 1,29 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution masing-masing turun 0,19 persen dan 3,86 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace masing-masing merosot 2,04 persen dan 1,15 persen.

Saham perusahan teknologi SK Hynix dan perusahaan utilitas Korea Electric Power masing-masing naik 0,56 persen dan 4,12 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, turun 5,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.345,6 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,51 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia merosot 90,1 poin, atau sekitar 1 persen, menjadi 8.920, 8. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, dan Thailand melemah, sedangkan Bursa Vietnam, Indonesia, dan Filipina menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 7,85 poin, atau sekitar 0,2 persen, menjadi 3.940,55.

Berita Terkini

See More