ANALIS MARKET (14/8/2026): IHSG Berpotensi Rebound
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street menguat pada perdagangan Kamis (13/8). Penguatan terjadi setelah data inflasi produsen AS yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada bulan September. Indeks S&P 500 naik 0,65%, Nasdaq menguat 0,81%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,13%. Di sisi lain, data menunjukkan harga produsen AS tidak berubah pada bulan Juli. Penurunan harga barang mampu mengimbangi kenaikan tipis biaya jasa. Pada saat yang sama, jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran meningkat moderat pada pekan lalu, mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja masih relatif stabil. Sementara itu, saham produsen chip memori Sandisk melonjak 13,7%, dan Micron Technology naik 4,2%. Microsoft bertambah hampir 1% dan Meta Platforms menguat 2,8%. Selain itu, saham Netflix juga naik 5,4% setelah investor miliarder Bill Ackman mengungkapkan kepemilikan baru di perusahaan streaming tersebut sebagai bagian dari perombakan terbesar portofolio Pershing Square dalam beberapa tahun. Sedangkan, Cisco Systems anjlok 8,4% meski perusahaan memperkirakan pendapatan yang kuat. Saham Tapestry, pemilik merek Coach, juga merosot lebih dari 16% setelah memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tahunan yang moderat. Saham CoreWeave, perusahaan cloud berbasis AI, turun 1,3% setelah sehari sebelumnya melonjak 19% menyusul kenaikan proyeksi belanja modal tahunan.
Di sisi lain, Pasar keuangan Asia beragam pada perdagangan Kamis (13/8), sementara mata uang kawasan relatif melemah. Sementara itu, data inflasi AS yang sesuai ekspektasi memberikan sedikit dorongan bagi pasar, meskipun investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Bursa saham Australia melemah 0,23%, tertekan penurunan saham perusahaan tambang dan Commonwealth Bank of Australia (CBA). Sedangkan, saham-saham Korea Selatan naik tajam, sehingga indeks KOSPI mencapai level tertinggi, yang melesat 3,56%. Penguatan terutama didorong lonjakan saham perusahaan semikonduktor setelah saham teknologi AI dan chip di AS menguat pada perdagangan sebelumnya. Selain itu, indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,16%, Taiex Taiwan menguat 1,1%, sedangkan Hang Seng Hong Kong melemah 0,17%. Di pasar saham lainnya, indeks Filipina turun 1,1%, indeks Malaysia melemah 0,4%, dan indeks Straits Times Singapura turun tipis 0,1%. Sebaliknya, indeks Thailand menguat 0,11%.
Sementara itu, IHSG kemarin (13/8), ditutup turun 1.13%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.39 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, PTRO, BRPT, DSSA, dan ASII.
“IHSG berpotensi rebound hari ini, setelah kemarin kuat bertahan di support kuat 6300. Diperkirakan Support IHSG: 6250-6300 dan Resist IHSG: 6420-6450,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (14/8).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: INTP, ANTM, DSSA, CUAN, TINS, dan ICBP.
Berikut ini trading plan-nya:
INTP Spec Buy dengan area beli di 5200-5250, cutloss di bawah 5200. Target dekat di 5350-5425.
ANTM Spec Buy dengan area beli di 2980-3000, cutloss di bawah 2970. Target dekat di 3090-3100.
DSSA Spec Buy dengan area beli di 990, cutloss di bawah 970. Target dekat di 1020-1035.
CUAN Spec Buy dengan area beli di 830-840, cutloss di bawah 815. Target dekat di 850-880.
TINS Spec Buy dengan area beli di 3700-3720, cutloss di bawah 3660. Target dekat di 3770-3800.
ICBP Spec Buy dengan area beli di 7475-7550, cutloss di bawah 7450. Target dekat di 7600-7775.
Disclaimer on





