Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (11/8/2026): IHSG Berpotensi Koreksi Terbatas

Oleh: Ria

11 Agustus 2026, 07:09
ANALIS MARKET (11/8/2026): IHSG Berpotensi Koreksi Terbatas

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks Nasdaq dan S&P 500 ditutup melemah pada perdagangan Senin (10/8), tertekan penurunan saham Intel dan sejumlah perusahaan pembuat chip. Pelemahan terjadi ketika investor semakin tidak yakin terhadap tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Indeks S&P 500 ditutup turun 0,06%, Nasdaq melemah 0,32%, dan Dow Jones Industrial Average tertekan 0,11%. Presiden AS Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi kepada orang-orang yang disebutnya tewas dalam perang, serangan, dan aksi protes. Sebelumnya, Iran meminta Washington memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk memberikan kompensasi kepada Teheran atas kerusakan yang ditimbulkan sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran lebih dari 5 bulan lalu. Seiring investor semakin pesimistis terhadap penyelesaian krisis di Timur Tengah, harga minyak mentah AS melonjak sekitar 5% menjadi US$ 82,13/bbl. Pembukaan kembali jalur aliran minyak melalui Selat Hormuz dapat meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi yang telah memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan risiko The Fed harus menaikkan suku bunga. Di sisi emiten, saham Intel turun 4,1% setelah perusahaan menyatakan berencana menghimpun dana sebesar US$15 miliar melalui penjualan saham. Saham Nvidia turun 2,9%, sejumlah perusahaan keuangan, termasuk Apollo Global dan Blackstone, tengah bekerja sama dengan Nvidia untuk menyiapkan paket pendanaan senilai US$500 miliar bagi pengembangan infrastruktur AI.

Di sisi lain, Bursa saham Asia naik pada perdagangan Senin (10/8), mengikuti kenaikan Wall Street setelah data ketenagakerjaan AS yang lemah mengurangi kekhawatiran kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, ketidakpastian terkait negosiasi perdamaian di kawasan Teluk mendorong harga minyak kembali naik. Indeks saham Jepang menguat, dengan indeks Nikkei meningkat 2,1% mencatat level penutupan tertinggi. Penguatan didorong rally saham berbasis AI. Sementara itu, indeks Topix naik 0,6%. Sedangkan, bursa saham Australia ditutup melemah 0,3%, tertekan penurunan saham Westpac setelah bank tersebut melaporkan penurunan tajam pengajuan kredit properti. Selain itu, investor juga menanti keputusan kebijakan moneter RBA yang akan diumumkan Selasa (11/8). Sementara indeks KOSPI Korea Selatan naik 0,65%. Di domestik, indeks kepercayaan konsumen kembali melemah pada Jul-26, turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada Jun-26.

Sementara itu, IHSG kemarin (10/8) ditutup turun 0.69%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp876 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, BMRI, TLKM, ASII, dan BBRI.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG berpotensi koreksi terbatas hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6300-6320 dan Resist IHSG: 6400-6440,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Selasa (11/8).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BBCA, AADI, ADRO, MEDC, RAJA, dan ELSA.

Berikut ini trading plan-nya:

BBCA Spec Buy dengan area beli di 6350, cutloss di bawah 6275. Target dekat di 6500-6700.

AADI Spec Buy dengan area beli di 9125-9175, cutloss di bawah 9100. Target dekat di 9250-9350.

ADRO Spec Buy dengan area beli di 2510-2530, cutloss di bawah 2500. Target dekat di 2550-2580.

MEDC Spec Buy dengan area beli di 1295, cutloss di bawah 1285. Target dekat di 1320-1355.

RAJA Spec Buy dengan area beli di 890, cutloss di bawah 875. Target dekat di 905-920.

ELSA Spec Buy dengan area beli di 690-700, cutloss di bawah 680. Target dekat di 720-740.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More