ANALIS MARKET (30/7/2026): IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Pasar saham AS ditutup melemah pada Rabu (29 Jul): Dow -2.19%, S&P 500 - 1.52%, dan Nasdaq -2.06%. Aksi jual besar-besaran ini dipicu oleh keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga di level 3.50%–3.75%, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Yield US Treasury 10-tahun naik 7.11 bps menjadi 4.677%, sementara Indeks Dolar AS melemah 0.52% menjadi 100.89.
Pasar komoditas juga ditutup menguat pada Rabu (29 Jul): minyak mentah WTI naik 6.56% menjadi USD 84.46/bbl, minyak mentah Brent meningkat 7.91% menjadi USD 90.74/bbl, batu bara menguat 3.55% menjadi USD 135.50/ton, CPO naik 0.47% menjadi MYR 4,664/ton, dan emas meningkat 0.94% menjadi USD 4,068/oz.
Pasar saham Asia sebagian besar ditutup menguat pada Rabu (29 Jul): Hang Seng naik 1.96%, Nikkei turun 1.49%, dan Shanghai menguat 0.40%. IHSG turun 0.64% menjadi 6,091.39, dengan foreign net buy sebesar IDR 8,974.0 miliar, yang terdiri dari net sell sebesar IDR 183.3 miliar di pasar reguler dan net buy sebesar IDR 9,157.3 miliar di pasar negosiasi. Foreign net sell terbesar di pasar reguler tercatat pada BBRI sebesar IDR 50.8 miliar, EMAS sebesar IDR 50.8 miliar, dan BMRI sebesar IDR 44.9 miliar, sementara foreign net buy terbesar terjadi pada BBCA sebesar IDR 94.2 miliar, DSSA sebesar IDR 34.3 miliar, dan BRPT sebesar IDR 29.6 miliar. Saham yang menjadi top leading movers adalah BBCA, BRPT, dan TPIA, sementara top lagging movers adalah MPRO, BREN, dan MORA.
Adapun diperdagangan Kamis (30/7) pagi ini, KOSPI dibuka melemah sebesar -0.75%, sementara Nikkei dibuka menguat sebesar +0.85%.
“Hari ini, kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways di tengah momentum pembukaan pasar regional yang beragam,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset Kamis (30/7).



