See More
30 Juli 2026, 19:11

30 Juli 2026, 18:26

30 Juli 2026, 17:57

30 Juli 2026, 17:39
30 Juli 2026, 17:17

30 Juli 2026, 16:35
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (29/7) setelah The Fed mempertahankan suku bunga tetap. Saham-saham chip terkait AI menambah penurunan terkini menjelang laporan triwulanan dari Microsoft dan Meta Platforms. Indeks S&P 500 turun 1,52%, Nasdaq turun 1,74%, dan Dow Jones Industrial Average turun 2,19%. Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan sekitar 3,50%-3,75% menuai perbedaan pendapat dari tiga dari 12 anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang menetapkan kebijakan, yang "lebih menyukai" kenaikan seperempat poin persentase pada pertemuan ini. Saham Meta Platforms turun 4% setelah perusahaan mengatakan bahwa mereka memperkirakan pengeluaran modal tahun 2026 berada antara US$ 130 miliar dan US$ 145 miliar, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar $125 miliar hingga US$ 145 miliar. Saham Microsoft naik 0,6% setelah melampaui perkiraan Wall Street untuk pertumbuhan pendapatan cloud triwulanan, sebuah tanda bahwa pengeluaran besar-besaran mereka untuk infrastruktur AI membuahkan hasil. Produsen chip terkait AI menambah kerugian baru-baru ini setelah lonjakan laba triwulanan SK Hynix yang enam kali lipat tidak mencapai ekspektasi investor yang tinggi. Saham perusahaan Korea Selatan itu turun 10%. Saham perusahaan infrastruktur AI Vertiv merosot 17% setelah gagal memenuhi ekspektasi pendapatan triwulanan.
Di sisi lain, Bursa saham Asia mayoritas menguat pada perdagangan Rabu (29/7) setelah mengalami aksi jual besar sehari sebelumnya. Meski demikian, sentimen pasar masih dibayangi kekhawatiran terhadap valuasi saham teknologi, meningkatnya persaingan di industri AI, serta tingginya belanja investasi AI menjelang rilis laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa dan keputusan suku bunga The Fed. Harga minyak melonjak setelah serangan baru di Timur Tengah mengakhiri ketenangan relatif beberapa hari terakhir dalam konflik AS-Iran. Investor kembali mencermati dampak potensi gangguan pasokan energi terhadap inflasi dan arah suku bunga global. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 1,49%, sedangkan Topix naik 0,26%. Sementara di Korea Selatan, indeks KOSPI anjlok 6%, dan KOSDAQ merosot 6,1%. Selain itu, Hang Seng Hong Kong meningkat 2%, CSI 300 China naik 0,67%, dan ASX 200 Australia menguat 1,02%. Di sisi lain, FTSE Straits Times melesat 1,7%, dan FTSE Malaysia bertambah 0,2%.
Sementara itu, IHSG kemarin (29/07) di tutup melemah 0,64% ke level 6091. Pelemahan ini berkolerasi terhadap asing yang net sell pada reguler market Rp 183 Miliar.
“Melihat hal tersebut, Kami memproyeksikan hari ini IHSG berpotensi rebound dengan support 6087 dan 6030, sedangkan untuk resistance 6110 dan 6170,” sebut Kevin Juido Hutabarat, Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Kamis (30/7).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: ENRG, MEDC, AKRA, ESSA, AADI, dan ISAT.
Berikut ini trading plan-nya:
ENRG Spec Buy dengan area beli di 1210-1225, cutloss di bawah 1200. Target dekat di 1250-1270.
MEDC Spec Buy dengan area beli di 1220-1230, cutloss di bawah 1210. Target dekat di 1250-1290.
AKRA Spec Buy dengan area beli di 1440-1465, cutloss di bawah 1440. Target dekat di 1480-1510.
ESSA Spec Buy dengan area beli di 600-615, cutloss di bawah 600. Target dekat di 630-660.
AADI Spec Buy dengan area beli di 8650-8850, cutloss di bawah 8500. Target dekat di 9000-9100.
ISAT Spec Buy dengan area beli di 1880-1900, cutloss di bawah 1860. Target dekat di 1920-1950.
Disclaimer on