Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas

ANALIS MARKET (03/7/2026): Dibayangi Aksi Jual, IHSG Cenderung Tertekan

Oleh: Ria

03 Juli 2026, 09:02
ANALIS MARKET (03/7/2026): Dibayangi Aksi Jual, IHSG Cenderung Tertekan

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (02/7), IHSG ditutup menguat +49,44 poin (+0,87%) ke level 5.744,56.

Penguatan IHSG didorong kenaikan saham BBCA (+3,57%), BMRI (+2,36%), BRPT (+8,70%), & VKTR (+15,22%).

Dari sisi data domestik tidak begitu positif, Dimana terjadi penurunan PMI Manufaktur Indonesia ke level 46,9 (Juni26), kenaikan inflasi tahunan ke 3,34%, serta defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar.

Sentimen negatif tersebut diperburuk oleh pelemahan Rupiah yang menyentuh level Rp18.010 per USD, kekhawatiran akan likuiditas pasar, serta kebijakan suspensi terhadap 37 emiten oleh Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (+1,14%), S&P 500 (-0,01%), dan Nasdaq (-0,80%).

DJIA mencetak rekor tertinggi berkat performa bagus di sektor-sektor konvensional setelah data tenaga kerja yang melambat membuat pasar lebih tenang soal isu kenaikan suku bunga.

Namun, kondisi berbeda terjadi di sektor teknologi, di mana harga saham perusahaan chip dan kecerdasan buatan (AI) justru anjlok karena investor mulai merasa valuasi saham mereka sudah terlalu mahal.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diperkirakan pada perdagangan hari ini akan cenderung tertekan seiring masih berlanjutnya tekanan jual investor asing dan pelemahan nilai tukar Rupiah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (03/7).

Berita Terkini

See More