ANALIS MARKET (20/7/2026): IHSG Masih Rentan Koreksi
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street kembali ditutup melemah pada perdagangan Jumat (17/7). Tekanan terutama datang dari aksi jual saham-saham semikonduktor dan teknologi, di tengah meningkatnya persaingan AI dari China serta memanasnya kembali konflik AS-Iran. Indeks S&P 500 jatuh 1,01%, Nasdaq Composite melemah 1,4% dan Dow Jones Industrial Average turun 0,77%. Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor. ETF VanEck Semiconductor (SMH) mencatat penurunan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir dengan koreksi hampir 9%. Sentimen negatif dipicu peluncuran model AI terbaru oleh perusahaan rintisan asal China, Moonshot AI, yang diklaim mampu mempersempit kesenjangan performa dengan model AI terdepan dari perusahaan-perusahaan AS. Selain saham chip, Netflix juga menjadi salah satu pemberat utama pasar setelah sahamnya anjlok lebih dari 7%. Investor kecewa karena proyeksi kinerja perusahaan dinilai belum mampu meredakan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan bisnis. Di sisi lain, eskalasi konflik AS-Iran kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Harga minyak mentah melonjak setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan. Iran juga mengklaim telah menyerang pasukan militer AS di Suriah dan Bahrain, sehingga memperluas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Meningkatnya ketegangan tersebut kembali mengganggu arus distribusi energi melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Di sisi lain, Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Jumat (17/7) pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 4,03% dan Topix melemah 2,72%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 1,78%, Taiex Taiwan anjlok 6,47% dan ASX 200 Australia berkurang 0,50%. Di sisi lain, FTSE Straits Times turun 0,54% dan FTSE Malay KLCI naik 0,54%. Sedangkan, pasar saham Korea Selatan tutup karena hari libur umum. Penurunan bursa Asia dengan saham teknologi Jepang anjlok karena penurunan baru pada saham semikonduktor AS yang meluas ke seluruh Asia, menggarisbawahi meningkatnya kekhawatiran terhadap belanja AI. Di Jepang, saham SoftBank turun 8,8%, sementara pembuat peralatan chip Tokyo Electron anjlok 9% dan saham Advantest turun 9,4%.
Sementara itu, IHSG diperdagangan Jumat (17/7) lalu ditutup naik 1.1%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp725 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, TLKM dan BRIS.
“IHSG masih rentan koreksi hari ini, sepanjang gagal break resistance di 6200-6300. Diperkirakan Support IHSG: 6050-6100 dan Resist IHSG: 6200-6300,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Senin (20/7).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: ENRG, ISAT, BNBR, CDIA, BRMS, dan VKTR.
Berikut ini rekomendasi tradingnya:
ENRG Buy on Weakness dengan area beli di 1285-1355, cutloss di bawah 1270. Target dekat di 1390-1430.
ISAT Buy on Weakness dengan area beli di 1835-1885, cutloss di bawah 1820. Target dekat di 1930-1980.
BNBR Buy on Weakness dengan area beli di 81-85, cutloss di bawah 77. Target dekat di 88-91.
CDIA Spec Buy dengan area beli di 610-620, cutloss di bawah 600. Target dekat di 640-650.
BRMS Spec Buy dengan area beli di 530-545, cutloss di bawah 525. Target dekat di 555-570.
VKTR Buy on Weakness dengan area beli di 670-705, cutloss di bawah 655. Target dekat di 715-730.
Disclaimer on





