See More

08 Oktober 2026, 09:36

08 Oktober 2026, 09:24

08 Oktober 2026, 09:06

08 Oktober 2026, 08:50

08 Oktober 2026, 08:44

08 Oktober 2026, 08:23
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup melemah pada hari Rabu (07/10/26).
Dow Jones Industrial Average turun 0,66%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing terkoreksi 0,22%.
Penurunan ini terjadi setelah imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2002.
Terkait berita saham perusahaan, Levi Strauss turun hampir 2% dalam perdagangan di luar jam bursa (after-hours) setelah memangkas proyeksi pertumbuhan pendapatan setahun penuh.
Selanjutnya, investor menantikan laporan kinerja keuangan dari PepsiCo, Progressive, dan Delta Air Lines, serta data mingguan klaim tunjangan pengangguran.
SENTIMEN PASAR: Sentimen pasar cenderung negatif akibat kombinasi kenaikan imbal hasil obligasi, tekanan inflasi, dan valuasi aset berisiko yang tinggi. Investor juga memantau keberlanjutan pertumbuhan laba di sektor semikonduktor dan saham teknologi setelah kenaikan sebelumnya. Di sisi lain, kontrak berjangka (futures) saham AS bergerak naik pada hari Kamis setelah kenaikan imbal hasil Treasury mulai mereda, memberikan ruang bagi aset berisiko untuk pulih.
GEOPOLITIK: Risiko geopolitik meningkat setelah pemerintahan Trump dilaporkan meminta Pentagon untuk menyusun opsi serangan terhadap Iran yang dapat dilakukan sebelum pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) AS. Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas pasokan energi global. Ancaman terhadap aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz juga tetap menjadi perhatian, sementara OPEC+ mengirimkan kapal tanker bermuatan minyak melalui Teluk Persia untuk membantu menjaga pasokan bagi kilang-kilang minyak global.
REGULASI & KEBIJAKAN: Risalah rapat FOMC tanggal 15–16 September menunjukkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan menilai kenaikan lanjutan suku bunga federal funds sebelum akhir tahun 2026 kemungkinan besar diperlukan. Seluruh anggota mendukung kenaikan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi kisaran 3,75%–4% pada bulan September. Namun, The Fed menegaskan kembali bahwa keputusan berikutnya akan ditentukan oleh data ekonomi terbaru, prospek inflasi dan pasar tenaga kerja, serta keseimbangan risiko. Para pejabat menilai bahwa inflasi masih tinggi, sementara kondisi pasar tenaga kerja berada di dekat tingkat kesempatan kerja penuh (full employment). Di India, Reserve Bank of India juga menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 bps, sesuai dengan ekspektasi.
PENDAPATAN TETAP & MATA UANG: Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 2 tahun turun 3 bps menjadi 4,78% pada 7 Oktober, sementara imbal hasil tenor 10 tahun berada di level 5,28% setelah sempat mencapai level tertinggi dalam 24 tahun. Di Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 2 tahun naik 2 bps menjadi 1,95%, sedangkan imbal hasil tenor 10 tahun turun ke bawah 3,1% setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam 30 tahun. Yen melemah ke kisaran JPY158,5 per Dolar AS, sementara Indeks Dolar (DXY) naik ke kisaran 102,3, level tertinggi sejak Maret 2025.
PASAR EROPA & ASIA: Saham-saham Eropa secara umum bergerak turun. Indeks STOXX Europe 600 turun 1,00% menjadi 630,26. Indeks CAC 40 Prancis terkoreksi 1,2% menjadi 7.769, mencapai level terendah sejak Maret. Indeks DAX 40 Jerman turun 1,4% menjadi 25.104, mengakhiri reli tiga sesi berturut-turut, sementara indeks FTSE 100 Inggris turun 0,8% dan diperdagangkan di sekitar level 10.459.
-Bursa saham Asia sebagian besar bergerak di zona merah. Indeks KOSPI Korea Selatan turun 1,98% menjadi 6.804, sementara indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,6% atau 145 poin menjadi 24.131. Indeks Shanghai Composite naik 0,31% menjadi 3.842,2, sedangkan indeks Shenzhen Component turun 0,11% menjadi 12.887,6. Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,92% menjadi 70.036 akibat aksi ambil untung oleh investor. Indeks STI Singapura turun 1,63% ke level 5.608, sementara saham-saham India melemah menyusul kenaikan suku bunga RBI.
KOMODITAS: Harga energi tetap menjadi fokus utama. Minyak Brent diperdagangkan di kisaran US$101/barel (turun 0,38%), sedangkan WTI berada di sekitar US$88/barel (turun 1,30%). Harga emas turun 1,27% menjadi sekitar US$4.111/ons. Harga tembaga naik mendekati US$6,6/pon, mendekati level tertinggi dalam satu minggu. Harga batu bara bertahan di atas US$150/ton meskipun turun 1,28%, sekaligus mencatatkan level tertinggi sejak September 2023. Minyak kelapa sawit Malaysia turun 0,69% ke bawah level MYR4.310/ton. Harga timah naik 0,18% menjadi US$54.279/ton pada 7 Oktober, sementara nikel naik 0,34% menjadi sekitar US$15.735/ton, mencapai level terendah sejak Desember 2025.
AGENDA HARI INI:
-Amerika Serikat (AS): Pidato Gubernur The Fed Christopher Waller mengenai kondisi ekonomi dan kebijakan moneter.
-Jepang (JP): Neraca Transaksi Berjalan bulan Agustus.
-Jerman (DE): Neraca Perdagangan bulan Agustus dan Ekspor (MoM) bulan Agustus.
-Inggris (GB): Survei Kondisi Kredit Bank of England (BoE).
-Indonesia (ID): Indeks Keyakinan Konsumen bulan September.
INDONESIA: Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 turun tipis menjadi US$146,3 miliar dari US$146,5 miliar pada bulan Agustus, namun tetap setara dengan 5,3 bulan impor dan jauh di atas standar kecukupan internasional. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi nilai tukar rupiah, sementara penerimaan devisa pemerintah dan surplus perdagangan sebesar US$3,55 miliar turut menopang posisi cadangan tersebut. Arus keluar modal asing sekitar US$0,83 miliar menjadi salah satu sumber tekanan, dengan proyeksi cadangan devisa pada akhir tahun 2026 berada di kisaran US$143–147 miliar.
-Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyerahkan lahan seluas 45 hektare di Depok kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah, yang berpotensi menampung sekitar 150.000 unit hunian vertikal (apartemen). Pemerintah akan melibatkan Kementerian Keuangan, LKPP, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan aspek tata kelola dan ketepatan sasaran distribusi perumahan, termasuk mencari solusi bagi sekitar 218 keluarga yang masih tinggal di kawasan tersebut. Dari total lahan tersebut, 30,086 hektare merupakan aset Komdigi dan 14,97 hektare merupakan aset RRI (radio negara).
-IHSG ditutup turun 0,75% di level 6.146,72. Berdasarkan perdagangan hari Rabu (07/10), investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp828,65 miliar, dengan akumulasi jual bersih sepanjang tahun berjalan (year-to-date) mencapai Rp110,28 triliun. Aliran dana asing terutama masuk melalui BBRI, ULTJ, TLKM, FORU, dan BRMS, sementara tekanan jual asing terbesar tercatat pada BBCA, GOTO, BUMI, BRIS, dan TPIA. Nilai tukar Rupiah relatif stabil di kisaran Rp17.900/USD, didukung oleh cadangan devisa bulan September sebesar US$146,3 miliar. Sementara itu, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi semester II-2026 di atas 5,5% setelah mencapai 5,45% pada semester I, yang didukung oleh efisiensi belanja dan insentif bagi sektor-sektor strategis.
-Secara teknikal, IHSG berbalik mengalami koreksi dan berada di bawah EMA10, dengan indikator RSI (14) turun kembali ke level 40. IHSG diperkirakan rentan kembali melemah menuju level support di 6.120/6.111 dan menguji level 6.053. Sebaliknya, jika IHSG berhasil menguat, indeks akan kembali menguji level 6.168 (EMA 21), kemudian 6.252–6.292.
“Kami menyarankan investor untuk melakukan pembelian saat harga turun (buy on weakness) dan menunggu munculnya kembali momentum sinyal beli,” sebut analis Kiwoom sekuritas dalam riset Kamis (08/10).