ANALIS MARKET (08/10/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id– Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (07/10), IHSG ditutup melemah 46,20 poin (-0,75%) ke level 6.146,72.
Pelemahan IHSG tidak lepas dari adanya lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran inflasi.
Disaat yang sama, yield US Treasury 10 tahun di sekitar 5,3% meningkatkan tekanan pada aset emerging market.
Sentimen juga diperburuk oleh net sell asing yang mencapai sekitar Rp2,46 triliun pada sesi I serta sikap wait and see investor menjelang rilis risalah FOMC terkait arah suku bunga AS.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,66%), S&P 500 (-0,22%), & Nasdaq (-0,22%).
Pelemahan tersebut disebabkan kenaikan kembali yield US Treasury dan kekhawatiran inflasi yang berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Harga minyak di atas USD100/barel serta sinyal hawkish dari minutes FOMC meningkatkan tekanan pada saham growth dan teknologi.
Kemudian, kekhawatiran terhadap tingginya kebutuhan utang untuk ekspansi AI turut memperlebar risiko kredit.
“IHSG hari ini diperkirakan cenderung tertekan seiring kembali naiknya yield US Treasury dan harga minyak mentah. Investor hari ini akan menantikan rilis data Laporan Survei Konsumen Indonesia (September 2026),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (08/10).




