ANALIS MARKET (08/10/2026): IHSG Berpotensi Sideways
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup melemah pada Rabu (7/10), setelah kenaikan yield US Treasury tenor panjang kembali menekan pasar saham. Yield Treasury 30Y bahkan menyentuh level tertinggi, memicu kekhawatiran investor terhadap inflasi dan beban utang yang meningkat. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,66%; S&P 500 turun 0,22%; dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,22%. Tekanan terhadap saham meningkat setelah harga minyak Brent kembali bertahan di atas US$100/bbl. Kenaikan harga minyak akibat kekhawatiran pasokan terkait perang Iran memperbesar risiko inflasi dan mendorong kekhawatiran bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Saham perumahan dan perusahaan pembangun rumah masing-masing turun 2,3% dan 2,9% setelah suku bunga hipotek 30Y naik ke level tertinggi hampir tiga tahun. Saham semikonduktor turun 1,2% setelah menguat lebih dari 80% sepanjang tahun ini. Saham SpaceX juga turun 2,5% setelah muncul laporan perusahaan milik Elon Musk tersebut tengah mencari pendanaan US$40 miliar untuk membiayai pembelian chip Nvidia.
Di sisi lain, Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Rabu (7/10), tertekan kenaikan harga minyak mentah yang kembali menembus US$100/bbl serta yield US Treasury yang bertahan di level tinggi. Pelemahan di Asia dipimpin bursa Singapura dan Korea Selatan. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,9%; Topix melemah 0,7%. Di Korea Selatan, indeks Kospi dan Kosdaq anjlok masing-masing 2% dan 2,3%. Sementara, ASX 200 Australia turun 0,1%; dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,6% yang tertekan penurunan sekitar 4% pada indeks saham bioteknologi. Sementara pasar keuangan China daratan masih tutup karena libur. Harga minyak kembali berada di atas US$100 per barel setelah badai yang menuju wilayah produksi minyak Amerika Utara dan serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.
Sementara itu, IHSG kemarin (07/10) ditutup koreksi 0.75%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp829 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, GOTO, BRIS, TPIA dan ANTM.
“IHSG berpotensi sideways hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6100-6120 dan Resist IHSG: 6200-6250,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Kamis (08/10).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu: MDKA, AMMN, PTRO, JPFA, SGER, dan UVCR.
Berikut ini trading plan-nya:
MDKA Spec Buy dengan area beli di 2900-2920, cutloss di bawah 2900. Target dekat di 2950-3000.
AMMN Spec Buy dengan area beli di 4470-4530, cutloss di bawah 4470. Target dekat di 4600-4680.
PTRO Spec Buy dengan area beli di 5100-5150, cutloss di bawah 5050. Target dekat di 5225-5325.
JPFA Spec Buy dengan area beli di 2000-2040, cutloss di bawah 1990. Target dekat di 2100-2120.
SGER Spec Buy dengan area beli di 750-765, cutloss di bawah 750. Target dekat di 780-810.
UVCR Spec Buy dengan area beli di 274-280, cutloss di bawah 274. Target dekat di 284-292.
Disclaimer on





