asean|bank sentral|Artificial Intelligence (AI)|Bank Indonesia

Gelar KTT, Bank Sentral ASEAN Bahas Tata Kelola AI

Oleh: Issa

06 Oktober 2026, 13:57
Gelar KTT, Bank Sentral ASEAN Bahas Tata Kelola AI

foto: dok. Bank Indonesia

Pasardana.id - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) menuntut bank sentral memperkuat pendekatan bersama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan sistem keuangan kawasan.

Kerja sama regional menjadi semakin strategis untuk membangun tata kelola AI yang terpercaya, memperkuat kapasitas pengawasan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi bagi sistem pembayaran dan inklusi keuangan.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, pada pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi South East Asian Central Banks (SEACEN) di Bali, Indonesia (5/10/2026).

“AI menghadirkan tantangan yang perlu dihadapi secara bersama oleh berbagai negara," ujar Ricky.

Untuk merespons perkembangan tersebut, Ricky menekankan tiga prioritas bank sentral di era AI.

Pertama, membangun tata kelola AI yang terpercaya, transparan, dan akuntabel.

Kedua, memanfaatkan AI untuk ekosistem pembayaran yang lebih efisien, aman, inklusif, dan berdaya tahan.

Ketiga, memperkuat kolaborasi regional melalui SEACEN, antara lain dengan dialog kebijakan, pengembangan kapasitas, dan riset bersama.

"AI menghadirkan tantangan yang tidak dapat dihadapi satu negara sendiri. Melalui kolaborasi di kawasan, seperti SEACEN, kita dapat mengembangkan pendekatan bersama yang mendorong inovasi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan," tegas Ricky.

Ricky juga menekankan pentingnya pembelajaran dan pengalaman bersama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“Seiring dengan semakin cepatnya transformasi teknologi, pengetahuan dan pengalaman bersama akan semakin berharga dalam membentuk masa depan bank sentral," tutur Ricky.

Sementara itu, Direktur Eksekutif The SEACEN Centre, Cynyoung Park, menyoroti pentingnya interoperabilitas sistem pembayaran lintas negara dalam mendukung integrasi ekonomi kawasan.

Menurutnya, keterhubungan antarsistem perlu ditopang standar dan pengaturan yang kompatibel, serta kerangka pengelolaan likuiditas dan risiko penyelesaian transaksi yang jelas.

Penguatan fondasi tersebut akan mendukung perluasan konektivitas pembayaran untuk perdagangan dan investasi regional.

Di sisi lain, Kepala Ekonom United Nations Development Programme (UNDP) untuk Asia dan Pasifik, Philip Schellekens, menekankan pentingnya kepercayaan sebagai fondasi peran bank sentral di tengah perkembangan AI.

Menurutnya, bank sentral perlu memahami perubahan yang ditimbulkan AI terhadap perekonomian dan teknologi, serta mengantisipasi risiko sistemik dari ketergantungan pada penyedia platform AI tertentu.

Kepercayaan menjadi fondasi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas dan memastikan pemanfaatan AI memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian.

Berita Terkini

See More