PT Pupuk Indonesia (Persero)|Revitalisasi Pabrik|ketahanan pangan

Pupuk Indonesia Bangun dan Revitalisasi 8 Pabrik, Kejar Ketahanan Pangan dan Industrialisasi

Oleh: Corri

06 Oktober 2026, 08:21
Pupuk Indonesia Bangun dan Revitalisasi 8 Pabrik, Kejar Ketahanan Pangan dan Industrialisasi

Foto: dok. Pupuk Indonesia

Pasardana.id - PT Pupuk Indonesia (Persero) akan membangun dan merevitalisasi delapan pabrik dalam lima tahun ke depan.

Langkah ini menjadi bagian dari agenda industrialisasi untuk memperkuat ketahanan pangan, kemandirian industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan peningkatan kinerja keuangan dan transformasi bisnis bersama Danantara Indonesia telah memperkuat kemampuan perseroan untuk melakukan reinvestasi dan melanjutkan pembangunan fasilitas industri.

“Industrialisasi merupakan DNA Pupuk Indonesia sejak pembangunan Pabrik PUSRI pada 1959. Transformasi menjadi kunci agar kami semakin efisien, tangguh, dan mampu menjawab kebutuhan pangan serta industri nasional,” ujar Rahmad dalam siaran pers, Selasa (06/10).

Delapan proyek tersebut mencakup revitalisasi Amurea Pusri IIIB, pengembangan Amurea Papua Barat, Amurea PIM III, dan Pabrik NPK Steam Granulasi Gresik.

Perseroan juga mengembangkan Soda Ash di Bontang dan Gresik serta proyek metanol di Lhokseumawe dan Bontang sebagai bagian dari hilirisasi gas bumi.

Dalam jangka panjang, Pupuk Indonesia juga menyiapkan pengembangan Kawasan Industri Pupuk Fakfak di Papua Barat serta pabrik amonia dan urea (Amurea) di Maluku untuk menciptakan nilai tambah sumber daya alam dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.

“Industrialisasi harus mampu menumbuhkan industri baru, membuka lapangan kerja, memperkuat ekosistem nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia strategis,” kata Rahmad.

Kinerja Melonjak

Transformasi bisnis turut mendorong kinerja Pupuk Indonesia.

Pada Semester I 2026, perseroan membukukan laba bersih Rp8,51 triliun, melonjak 253% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan meningkat 51% menjadi Rp59,67 triliun, sedangkan EBITDA tumbuh 140% menjadi Rp14,28 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan volume produksi dan efisiensi biaya operasional.

Transformasi dilakukan melalui operational and digital excellence, penguatan peran holding, business streamlining, penyempurnaan distribusi public service obligation (PSO), serta penguatan bisnis komersial.

Sementara itu, sepanjang 2025 Pupuk Indonesia menyalurkan 8,11 juta ton pupuk bersubsidi, naik 10,68% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan kapasitas produksi sekitar 14,8 juta ton per tahun, perseroan memastikan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri tetap menjadi prioritas.

“Keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari kinerja keuangan atau seberapa banyak pupuk yang diproduksi, tetapi dari seberapa besar kontribusi Pupuk Indonesia dalam memperkuat industri nasional dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan,” pungkas Rahmad.

Berita Terkini

See More