Indeks Kospi Turun 0,89 Persen

Oleh: Rezy

06 Oktober 2026, 14:43
Indeks Kospi Turun 0,89 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 62,35 poin, atau sekitar 0,89 persen, pada Selasa (6/10/2026), menjadi 6.941,39.

Volume perdagangan tipis hanya mencapai 257,27 juta saham senilai 19,1 triliun won atau sekitar US$14,2 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 459 berbanding 424.

Seperti dilansir Yonhap News, angka indeks turun dipicu pelemahan saham sektor teknologi seiring mencuatnya kekhawatiran lonjakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Para investor kini menantikan dirilisnya laporan perolehan laba kuartal ketiga para emiten. Hasil yang positif akan memberikan sentimen yang baik bagi pasar saham.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 1,75 triliun won dan 1,98 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 740,56 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 1,45 persen dan 3,69 persen. Saham perusahaan manufaktur pesawat terbang Korea Aerospace Industries anjlok 3,22 persen.

Saham LG Electronics melambung 7,64 persen usai mencapai kesepakatan jangka panjang untuk memasok mesin pendingin kepada pusat data-pusat data AI di Amerika Utara.

Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik Samsung SDI melonjak 8,7 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor naik 0,43 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 0,4 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.343,6 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,11 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 49,3 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 8.735,7. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Thailand melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 11,74 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 3.842,2.

Berita Terkini

See More