Bos Danantara Ungkap 354 BUMN Dipangkas Karena Merugi
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mencatat sebanyak 354 BUMN telah dipangkas karena merugi, mulai dari bidang manajemen aset, hotel, hingga rumah sakit.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menuturkan pemangkasan tersebut dilakukan melalui program penyederhanaan (streamlining) atau merger. Sebagian besar aset badan usaha yang ditutup berstatus pasif (dormant).
"Pemangkasan sekarang sudah di 354. Aset-aset yang kita tutup ini pertama memang kebanyakan memang sudah dormant istilahnya. Jadi entitasnya masih ada, tapi sudah tidak berjalan. Kemudian ada yang kita lakukan merger," jelas Rosan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10).
Rosan mencontohkan, awalnya terdapat 6 BUMN manajemen aset yang seluruhnya digabungkan secara horizontal. Langkah serupa juga dilakukan terhadap 137 hotel dan 75 rumah sakit pelat merah, yang masing-masing disatukan menjadi satu perusahaan.
Langkah ini diambil karena sebagian perusahaan terus merugi. Dari total 1.074 BUMN, hanya 15 perusahaan yang menyumbang 97 persen dividen untuk kas negara.
"Malah sebagian besar itu 52 persen rugi. Ini yang kita coba perbaiki, dan tadi disampaikan kalau misalnya dunia usaha atau private sector bisa melakukan lebih baik, dan itu memang bukan hal-hal yang sifatnya strategis, ya kita berikan ruang yang lebih besar," ungkap Rosan.
Menurut Rosan, pemerintah kini tidak hanya berfokus pada pengurangan jumlah entitas BUMN, tetapi juga memastikan aset yang dimiliki dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih optimal.
Ia mengatakan, masih terdapat ketimpangan antara besarnya aset BUMN dengan kemampuan aset tersebut menghasilkan pendapatan maupun arus kas.
Pada tahun depan, Rosan menuturkan Danantara akan lebih fokus mengoptimalkan aset BUMN agar lebih efisien dan produktif, dengan membuka pintu seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk bekerja sama.
"Kalau memang yang sudah bagus, sudah bisa dikerjakan oleh private sector, ya silakan, kita dukung. Jadi program-program itu nanti kita akan susun untuk kita mulai konsolidasi kan sudah berjalan, mungkin next step-nya bagaimana kita meng-optimalisasi aset-aset ini," tuturnya.
"Ini yang Bapak Presiden memberikan arahan, bagaimana sekarang kita mengoptimalkan aset-aset yang ada di BUMN ini dengan tentunya perencanaan yang baik, terukur, terstruktur, dan juga memberikan, karena kita sovereign wealth fund, memberikan juga keuntungan, yield yang baik," sambungnya.
Pemerintah, sambung Rosan, juga akan melakukan analisis terhadap berbagai aset dan sektor yang berada di bawah BUMN untuk menentukan langkah optimalisasi yang paling tepat.
"Kita akan analisa semua, apakah itu di jalan tol, di airport, oil and gas, bandara, pelabuhan, nanti kita analisa semua," tandasnya.




