KDKMP Diklaim Bisa Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Rp300Ribu per Bulan
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyebut bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat menghemat pengeluaran rumah tangga sebesar Rp200.000-Rp300.000 per bulan.
Dalam dari keterangan persnya, pada Minggu (18/10), Zabadi mengatakan penghematan tersebut berasal dari penyaluran berbagai komoditas bersubsidi melalui koperasi.
Zabadi menambahkan, KDKMP berperan sebagai salah satu saluran distribusi komoditas bersubsidi, antara lain LPG 3 kilogram, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Minyakita, serta pupuk.
“Setiap keluarga nanti diperkirakan dapat menghemat rata-rata sekitar Rp200.000–Rp300.000 per bulan karena seluruh komoditas bersubsidi akan disalurkan melalui KDKMP,” ucapnya, seperti dilansir Antara.
Menurut Zabadi, penyaluran komoditas melalui koperasi diarahkan untuk memastikan masyarakat yang berhak dapat memperoleh barang bersubsidi dengan harga yang sesuai kebijakan pemerintah. Skema ini diharapkan membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Selain sebagai saluran distribusi barang bersubsidi, KDKMP diproyeksikan menjadi offtaker atau penyerap produk masyarakat desa.
Lewat fungsi tersebut, KDKMP diharapkan dapat menyerap hasil pertanian, perikanan dan produk usaha masyarakat sehingga produsen memiliki kepastian pasar dan harga.
Zabadi mengatakan koperasi juga diarahkan menyerap komoditas ketika harga mengalami tekanan. Untuk beras, misalnya, penyerapan diharapkan dapat dilakukan ketika harga hasil panen berada di bawah harga yang ditetapkan pemerintah.
Di sisi lain, koperasi diproyeksikan menjadi bagian dari infrastruktur penyaluran program pemerintah di tingkat desa dan kelurahan, termasuk bantuan pangan, pembiayaan, serta alat dan mesin pertanian.
Pihaknya, dalam hal ini Kemenkop menilai keberadaan koperasi di tingkat lokal dapat membantu meningkatkan efektivitas distribusi program sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dan layanan ekonomi.
Zabadi juga menyebut KDKMP berpotensi membuka 1 juta–1,5 juta lapangan kerja apabila lebih dari 83.000 koperasi yang menjadi basis proyeksi tersebut masing-masing membutuhkan rata-rata 10–17 tenaga kerja.
Karena itu, dirinya mendorong perguruan tinggi dan lulusan sarjana berpartisipasi dalam pengembangan koperasi melalui riset, inovasi, dan penguatan model bisnis di daerah.




