Kemendag-Astra Kolaborasi Perluas Peluang Ekspor UMKM
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama PT Astra International Tbk (Astra) (IDX: ASII) menjalin 10 kerja sama dengan nilai mencapai Rp69 miliar untuk memperluas peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mendag Budi Santoso mengatakan, kerjasama tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekspor produk UMKM melalui program pemberdayaan desa dan penjajakan pasar luar negeri.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman atau _memorandum of understanding _(MoU) dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10).
“Jadi penandatanganan MoU, nilainya Rp69 miliar ke berbagai negara,” kata Mendag Budi disela-sela kegiatan TEI 2026, ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (15/10).
“Astra kan punya program namanya Desa Sejahtera. Kita punya program namanya Desa Bisa Ekspor. Jadi kita satukan, kita kerja sama, kolaborasi," sambung Mendag Budi.
Menurut Mendag, melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap pelaku usaha lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan bisnis dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Mendag Budi menegaskan, peluang ekspor tidak hanya terbuka bagi perusahaan besar atau pelaku usaha yang berada di perkotaan.
UMKM di perdesaan juga berpeluang memasarkan produknya ke luar negeri apabila mendapatkan pendampingan dan dukungan akses pasar yang memadai.
"Jadi tidak usah berkecil hati, semua bisa. Tidak hanya yang besar, yang UMKM bisa ekspor. Tidak hanya orang kota, tapi yang desa pun juga bisa ekspor. Nah, kita kejar bareng," katanya.
Menurut Budi, pengembangan ekspor UMKM membutuhkan persiapan dan pendampingan agar produk lokal dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Karena itu, Kemendag mengandalkan jaringan perwakilan perdagangan di luar negeri untuk mempertemukan eksportir dengan calon pembeli potensial.
Kemendag memiliki Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara dengan total 46 perwakilan.
Jaringan tersebut dimanfaatkan untuk melakukan penjajakan pasar dan mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli sebelum transaksi dilakukan.
Maka dari itu, Mendag Budi menjelaskan, proses penjajakan melalui business matching memungkinkan eksportir dan calon pembeli mengenal produk serta menjajaki kebutuhan masing-masing sebelum bertemu langsung dalam pameran dagang.
“Jadi sebelum ikut pameran, itu sudah ada penjajakan. Kita sudah melakukan business matching dengan _buyer_potensial di luar negeri, sehingga mereka sudah saling kenal produknya, saling kenal orangnya melalui business matching, dan sekarang ketemu di Trade Expo,” tukasnya.





