Xurya|pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)|PT Central Omega Resources Tbk|DKFT|Solar Academy Indonesia (SAI)

Targetkan 100 GWp PLTS, Xurya Tekankan Pentingnya Teknologi dan SDM

Oleh: Corri

16 Oktober 2026, 06:48
Targetkan 100 GWp PLTS, Xurya Tekankan Pentingnya Teknologi dan SDM

Foto : istimewa

Pasardana.id – Target pemerintah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun ke depan membutuhkan kesiapan operasional dan sumber daya manusia (SDM), selain percepatan pembangunan infrastruktur.

Co-Founder sekaligus Director of Technology Xurya, Edwin Widjonarko, mengatakan keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari kapasitas PLTS yang terbangun, tetapi juga kemampuan menjaga kinerja pembangkit agar beroperasi optimal selama lebih dari 20 tahun.

“Kemandirian energi bukan hanya tentang membangun pembangkit, tetapi juga memastikan PLTS tetap berfungsi optimal sepanjang masa produktifnya,” ujar Edwin dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10).

Menurut dia, pengoperasian dan pemeliharaan PLTS tidak sekadar membersihkan panel surya, tetapi juga mencakup pemantauan produksi listrik, pemeriksaan sensor, analisis data, serta penanganan gangguan secara cepat.

Untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan, Xurya menerapkan teknologi Industri 4.0 yang memungkinkan pemantauan kinerja, keselamatan, konektivitas, dan kondisi cuaca secara real-time.

Otomatisasi analisis data tersebut mampu memangkas waktu identifikasi masalah hingga lebih dari 90%.

Xurya telah berpengalaman mengoperasikan lebih dari 300 proyek PLTS di berbagai wilayah Indonesia, termasuk PLTS hybrid off-grid berkapasitas 256 kilowatt peak (kWp) yang dilengkapi sistem penyimpanan baterai (Battery Energy Storage System/BESS) 251 kilowatt-hour (kWh) di area pertambangan PT Central Omega Resources Tbk (IDX: DKFT), Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Sistem tersebut mulai beroperasi pada September 2026.

Menurut Edwin, pengelolaan PLTS hingga skala 100 GWp akan semakin kompleks karena pembangkit tersebar di berbagai wilayah dengan karakteristik dan kebutuhan operasional berbeda.

Karena itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi penting untuk menjaga produktivitas dan keandalan aset.

Selain teknologi, program tersebut membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi beragam, mulai dari teknik kelistrikan, ilmu data, jaringan komunikasi, pemrograman, hingga pengelolaan aset.

Edwin menilai, pengembangan PLTS juga berpotensi menciptakan lapangan kerja berkualitas dalam jangka panjang.

Pasalnya, pembangunan pembangkit hanya membutuhkan waktu beberapa bulan, sedangkan pengoperasiannya dapat berlangsung lebih dari dua dekade.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Xurya menghadirkan Solar Academy Indonesia (SAI), program pengembangan pengetahuan dan kompetensi tenaga kerja di industri energi surya.

Program ini bertujuan memperluas pemahaman tentang energi surya sekaligus meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan industri.

Edwin berharap, target 100 GWp PLTS tidak hanya memperkuat kemandirian energi nasional, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas SDM dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Berita Terkini

See More