RAPBN 2027|Pendapatan Negara|belanja negara|Menkeu Suahasil Nazara|Presiden Prabowo

Menkeu Lapor ke Presiden Pendapatan Negara Rp3.400 Triliun, Belanja Rp4.100 Triliun

Oleh: Ronal

01 Oktober 2026, 08:08
Menkeu Lapor ke Presiden Pendapatan Negara Rp3.400 Triliun, Belanja Rp4.100 Triliun

Foto : istimewa

Pasardana.id Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2027 telah selesai dirampungkan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara pun melaporkannya ke Presiden Prabowo Subianto.

Menkeu mengatakan, proses pembahasan RAPBN 2027 bersama DPR telah selesai.

Pengesahan RAPBN 2027 juga telah dilakukan dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (29/9) lalu.

“Saya melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa kemarin kami telah menyelesaikan proses RAPBN 2027. Dan telah menyampaikan kepada Bapak Presiden, kemarin paripurna berjalan lancar, dukungan dari DPR sangat-sangat konkret dan sangat-sangat jelas,” kata Suahasil di Istana Negara, Rabu (30/9).

Dalam pertemuan tersebut, Suahasil melaporkan postur pendapatan dan belanja negara dalam RAPBN 2027.

Pendapatan negara yang dikumpulkan pemerintah mencapai lebih dari RP 3.400 triliun.

Sementara belanja negara mencapai lebih dari RP 4.100 triliun.

“Saya melaporkan jumlah pendapatan negara yang perlu dikumpulkan dan juga jumlah belanja. Jumlah pendapatan negara Rp 3.400 triliun lebih. Kemudian Belanja negara Rp 4.100 triliun lebih,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Menkeu juga melaporkan kondisi ekonomi dalam jangka pendek kepada Presiden Prabowo.

Pemerintah juga membahas penguatan bantuan yang dibutuhkan untuk merespons kondisi ekonomi saat ini.

Menkeu mengatakan, Presiden Prabowo memberikan arahan agar kredibilitas APBN tetap dijaga.

Efisiensi anggaran juga harus dilakukan secara terukur sehingga penggunaan anggaran negara dapat memberikan manfaat maksimal.

“Nah, arahan Bapak Presiden adalah untuk terus menjaga APBN supaya tetap kredibel dan dilakukan terus efisiensi secara terukur, agar yang namanya anggaran negara itu bisa betul-betul maksimum digunakan untuk kesejahteraan, perlindungan sosial, dan juga membangun infrastruktur,” jelasnya.

Pertemuan tersebut juga membahas investasi yang nantinya ditangani oleh Danantara.

Suahasil menyebut pemerintah akan memperkuat sinergi antara Danantara dan APBN dalam menjaga perekonomian Indonesia.

Menurut dia, APBN memiliki peran dalam membiayai pelayanan publik, infrastruktur dasar, serta operasional pemerintah.

Sementara Danantara akan lebih banyak menjalankan fungsi investasi.

“APBN itu membiayai yang sifatnya adalah pelayanan publik, infrastruktur dasar, dan juga operasional dari pemerintah. Nah Danantara itu adalah investasi. Investasi akan sangat kuat di Danantara,” tukas Menkeu Suahasil.

Berita Terkini

See More