KISI Gaspol Literasi Pasar Modal, Bidik 1.000 Rekening Saham di Lampung
Oleh: Harry

foto: dok. KISI
Pasardana.id – PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) memperluas edukasi pasar modal ke berbagai daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait.
Program ini mencakup edukasi investasi ilegal, pembukaan 1.000 rekening saham di Lampung, serta Sekolah Pasar Modal bagi ratusan pelaku UMKM di Sumatra Barat.
Pada 14 Oktober 2026, KISI berkolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, OJK Lampung, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggelar kegiatan literasi dan inklusi keuangan bertema “Waspada Investasi Ilegal serta Pembukaan 1.000 Rekening Saham”.
Kegiatan ini menyasar aparatur sipil negara (ASN), khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penyuluh Agama Islam.
Acara tersebut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Zulkarnain, Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy, Kepala Wilayah BEI Lampung Hendi Prayogi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo, serta Direktur Industri Produk Halal Prof. Ruslan Abdul Ghofur yang mewakili Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Lampung.
Online Business Associate Director KISI, Yang Seok Mo, mengatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah diharapkan memperluas jangkauan edukasi pasar modal, termasuk kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami ingin mendorong masyarakat untuk dapat memahami dan memanfaatkan peluang investasi di pasar modal,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (21/10/2026).
Di Sumatra Barat, melalui kantor cabang Padang, KISI menggelar Sekolah Pasar Modal (SPM) di Auditorium UIN Imam Bonjol pada 12 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti 200 pelaku UMKM tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah dan dilaksanakan bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatra Barat.
Dua hari kemudian, KISI menggelar SPM Syariah bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lima Puluh Kota.
Kegiatan ini diikuti 170 peserta, terdiri atas 120 perwakilan dinas dan 50 pelaku UMKM.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan pembentukan Galeri Investasi di bawah naungan Pemkab Lima Puluh Kota untuk memperluas akses edukasi dan investasi pasar modal di daerah.
KISI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal melalui edukasi serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di seluruh Indonesia.




