mendagri tito karnavian|anggaran transfer daerah|TKD|Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)

Mendagri Tito Yakin Anggaran TKD 2027 Senilai Rp735 Triliun Sudah Mencukupi

Oleh: Ronal

01 Oktober 2026, 08:25
Mendagri Tito Yakin Anggaran TKD 2027 Senilai Rp735 Triliun Sudah Mencukupi

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan, transfer ke daerah (TKD) senilai Rp735 triliun dalam APBN 2027 sudah mencukupi untuk kebutuhan operasional di daerah.

Mendagri Tito mengatakan, angka tersebut sudah bertambah sekitar Rp42 triliun dibandingkan anggaran TKD 2026 sebesar Rp693 triliun.

Meskipun dalam realisasinya ada suntikan dana tambahan hingga menjadi Rp715 triliun.

"Kalau kemarin kita Rp693 triliun itu kalau untuk yang minimal-minimal, bisa cukup meskipun kemudian ada penambahan lagi," ujar Tito saat ditemui di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (30/9).

Menurut Mendagri, TKD 2027 sebesar Rp735 triliun ini belum dialokasikan secara spesifik ke masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota.

Pembagian TKD ini, nantinya bakal turut mempertimbangkan kekuatan dana dari masing-masing daerah, khususnya bagi yang memiliki pendapatan asli daerah (PAD) kuat.

"Nanti saya harapkan komunikasi antara Kemendagri dan Kemenkeu, agar kita tahu persis daerah mana yang betul-betul kurang mana yang PAD-nya kuat. Sehingga betul-betul membaginya tepat sasaran," beber Mendagri Tito.

Karena itu, dirinya mendorong alokasi pembagian TKD ditujukan kepada sektor-sektor mendasar, termasuk belanja pegawai dan operasional hingga kebutuhan dasar bagi masyarakat daerah.

"Target utamanya biaya minimal, terutama untuk belanja pegawai, belanja operasional pegawai minimal, jangan dilebih-lebihin. Ditambah dengan yang paling wajib sekali adalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ini bisa tercukupi," ucap dia.

Mendagri juga membuka opsi untuk memberikan suntikan dana tambahan bagi daerah yang masih membutuhkan dana.

Meskipun Tito meyakini anggaran Rp735 triliun sudah mencukupi.

"Nanti kalau ada kurang, nanti kan bisa dievaluasi, ada penambahan. Tapi kalau untuk sampai dengan APBD perubahan, APBN perubahan, saya yakin cukup segitu," tandasnya.

Berita Terkini

See More