ANALIS MARKET (09/7/2024) : IHSG Memiliki Ruang Penguatan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (08/7), IHSG ditutup melemah 2,39 poin (-0,03%) ke level 7.250,98.

IHSG melemah seiring terjadinya taking profit pelaku pasar pasca menguat cukup signifkan pekan lalu (+2,69%).

Investor asing tercatat melakukan jual bersih pada saham-saham perbankan, seperti: BBNI (-Rp50,5 miliar), BBRI (-Rp266,8 miliar), BMRI (-Rp299 miliar).

Dari internal, kemarin BI merilis data Laporan Survei Konsumen Indonesia turun menjadi di level 123,3 (Jun-24), sedangkan bulan sebelumnya 125,2 (Mei-24).

Dari eksternal, pelaku pasar cukup optimis bahwa potensi pemangkasan suku bunga The Fed yang semakin kuat di bulan September, setelah data ketenagakerjaan yang lebih lemah dan klaim pengangguran yang mengalami peningkatan.

Berdasarkan survei yang di rilis CME, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed untuk bulan September meningkat ke level 77%.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, dimana DJIA (-0,08%), S&P 500 (+0,10%), & Nasdaq (+0,27%).

Data terbaru menunjukkan ekspektasi inflasi 1 tahun konsumen AS turun selama dua bulan berturut-turut di bulan Juli.

Para pelaku pasar bersiap untuk data CPI dan PPI utama yang akan dirilis minggu ini dan dimulainya musim laporan keuangan.

Selain itu, Ketua Powell akan memberikan kesaksian di depan Kongres, sehingga hal tersebut akan memberikan wawasan tentang rencana The Fed untuk sisa tahun ini.

Hasil pemilu Prancis, tanpa ada partai yang memenangkan suara mayoritas, memberikan sedikit kelegaan bagi pasar, menunjukkan bahwa kebijakan fiskal yang ekstrim akan dibatasi.

Di antara saham-saham berkapitalisasi besar, Nvidia (+1,9%) dan Broadcom (+2,5%) membukukan keuntungan yang signifikan, sedangkan Meta (-2%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG memiliki ruang penguatan, namun dibayangi taking profit oleh pelaku pasar pasca pekan lalu menguat cukup signifikan. Investor hari ini akan mencermati rilis data Laporan Survei Penjualan Eceran Indonesia (Mei-24),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (09/7).