ANALIS MARKET (11/7/2024) : IHSG Berpotensi Menguat ke Resistance Terdekat Namun Ada Peluang Koreksi Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, Indeks S&P 500 ditutup di atas 5.600 untuk pertama kalinya pada perdagangan hari Rabu (10/7/24), dipimpin oleh sektor Teknologi dan berlanjutnya harapan untuk penurunan suku bunga yang lebih cepat setelah Fed Chairman Jerome Powell menyampaikan statement yang kedua di hadapan Kongres, sehari sebelum rilis data inflasi terbaru.

S&P 500 naik 1% ke level 5.633,50, merupakan rekor ke-enam berturut-turut. NASDAQ Composite menguat 1% ke penutupan tertinggi sepanjang masa.

Dow Jones Industrial Average diperdagangkan 442 poin, juga 1% lebih tinggi.

Sektor Teknologi terus mendukung sentimen positif pasar, terutama dibantu oleh menguatnya saham Nvidia, dan Apple Inc yang terapresiasi 1% di tengah optimisme investor atas penjualan iPhone di tahun 2024 akan meningkat 10% dibanding tahun lalu, berkat dukungan teknologi AI, demikian seperti dilaporkan Bloomberg.

Sementara itu, dari bank sentral AS, Federal Reserve Chairman Jerome Powell mengatakan pada hari Rabu (10/7), bahwa dia terus melihat soft landing untuk ekonomi AS meskipun bank sentral masih terus berpegang erat dengan kebijakan moneter ketatnya dalam rangka menurunkan inflasi.

Namun, Ketua Fed mengulangi pernyataan dari hari sebelumnya, mengatakan bahwa “menurunkan inflasi” bukan satu satunya risiko dan bank sentral perlu “berhati-hati dengan kondisi pasar tenaga kerja.” Komentar Powell ini membuat sebagian besar para pelaku pasar mempertahankan peluang penurunan suku bunga di bulan September, dengan CME Fedwatch menunjukkan kemungkinan lebih dari 72% untuk penurunan 25 basis poin di bulan tersebut.

Data Inflasi yang akan dirilis Kamis malam ini sekitar jam 1930WIB meramalkan US CPI melandai ke level 3.1% yoy di bulan June, serta Core CPI mungkin masih flat sekitar 3.4% yoy.

Terkait data tenaga kerja, Initial Jobless Claims akan lebih bisa membentuk opini pasar setelah membandingkan hasil aktual dengan prediksi terdapat klaim pengangguran sebesar 236ribu pada pekan terbaru.

MARKET ASIA & EROPA: Bicara tentang Inflasi, kemarin CHINA telah lebih dulu laporkan CPI bulan June yang kembali terjerumus ke wilayah deflasi 0.2% yoy, lebih rendah dari estimasi & periode sebelumnya pada -0.1%. Demikian pula PPI yang masih terhitung deflasi 0.8% yoy, walau laju penurunan harga di tingkat produsen ini telah melambat dibanding -1.4% pada bulan sebelumnya. Hari ini giliran JERMAN yang akan merilis angka CPI (June) di mana ekspektasi Inflasi segera mendekat ke level ECB 2%, yaitu pada tingkat 2.2% yoy, mendingin dari 2.4% bulan sebelumnya. Sementara itu INGGRIS berharap segera menjauh dari wilayah resesi yang sempat menghampirinya, dengan perkiraan GDP (May) akan mampu merangkak naik ke level 1.2% yoy, dari 0.6% di bulan sebelumnya, tentunya didukung oleh Industrial & Manufacturing Production (May) yang bisa semakin mantap di wilayah pertumbuhan positif.

KOMODITAS: Saham Energi diperdagangkan lebih tinggi, secara harga MINYAK didukung oleh data yang menunjukkan persediaan minyak mentah dan bensin AS mingguan turun lebih dalam dari yang diharapkan. Data dari Energy Information Administration (EIA) yang dirilis pada hari Rabu, menunjukkan bahwa persediaan minyak AS secara tak terduga anjlok 3,4 juta barel minggu lalu, dibandingkan dengan ekspektasi adanya peningkatan 700.000 barel. Bicara mengenai komoditas lain, para analis optimis harga EMAS di semester kedua 2024 ini akan masih terus menguat, yang mana mereka meramalkan harga akan menyentuh rekor baru di pertengahan 2025, didorong oleh sejumlah faktor termasuk pembelian bank sentral, trend demand dari investor sendiri, serta kondisi makroekonomi.

INDONESIA: adanya pertumbuhan positif sebesar 3.5% yoy pada Penjualan Sepeda Motor di bulan Juni turut menyumbangkan sentimen positif ke market secara IHSG kembali bukukan penguatan kali ini sebesar 17,24 pts ke level 7287 setelah sempat menyentuh titik High 7313.2 alias wilayah krusial >7300.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, analis NH Korindo Sekuritas tetap menyarankan untuk para investor / trader set your Trailing Stop sambil let your profit run.

Adapun penembusan wilayah Resistance kemarin (10/7) tidak didukung oleh Foreign Net Buy yang terjadi beberapa hari sebelumnya, melainkan asing jual bersih (walau tipis) sebesar IDR 28.65 miliar.

“IHSG berpotensi menguat ke Resistance terdekat namun ada peluang koreksi terbatas,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Kamis (11/7).