Indeks Kospi Merosot 1,91 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 51,92 poin, atau sekitar 1,91 persen, pada Jumat (15/3/2024), menjadi 2.666,84.
Volume perdagangan mencapai 575 juta saham senilai 12,9 triliun won atau sekitar US$9,7 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 557 berbanding 224.
Angka indeks berakhir di teritori negatif dipicu aksi ambil untung yang dilakukan para investor.
“Indeks Kospi merosot setelah indeks harga produsen Amerika Serikat mencapai angka tertinggi dalam enam bulan terakhir Februari lalu,” jelas Kim Seok-Hwan, analis Mirae Asset Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor institusi dan asing total melepas saham senilai 1,06 triliun won, sedangkan investor ritel melakukan aksi beli.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 2,69 persen dan 0,43 persen. Saham perusahaan keuangan KB Financial dan Shinhan Financial masing-masing terjun 3,05 persen dan 3,69 persen.
Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energy Solution dan Samsung SDI masing-masing anjlok 4,21 persen dan 4,71 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 12,90 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.330,50 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia berada dalam tekanan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang berakhir datar.
Indeks S&P/ASX 200 dI Bursa Australia turun 43,30 poin, atau sekitar 0,56 persen, menjadi 7.670,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Malaysia dan Vietnam menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 16,40 poin, atau sekitar 0,54 persen, menjadi 3.054,64. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 240,77 poin, atau sekitar 1,42 persen, menjadi 16.720,89.

