Tekor Investasi Saham Hingga Beban Pajak Picu FREN Rugi Rp379 Miliar Pada Kuartal I 2023

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Smartfren Telecom Tbk (IDX: FREN) mengalami rugi bersih sebesar Rp379,97 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2023, atau memburuk dibanding periode yang sama tahun 2022 yang membukukan laba bersih sebesar Rp24,984 miliar.

Akibatnya, defisit membengkak 1,5 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi Rp25,336 triliun.

Padahal, pendapatan usaha tumbuh 3,5 persen menjadi Rp2,774 triliun yang ditopang peningkatan pendapatan data jasa telekomunikasi sebesar 1,5 persen  menjadi Rp2,445 triliun.

Senada, pendapatan jasa interkoneksi melonjak 118,3 persen menjadi Rp107,1 miliar.

Sayangnya, beban usaha membengkak 4,2 persen menjadi Rp2,65 triliun.

Dampaknya, laba usaha melorot 8,8 persen menjadi Rp124,18 miliar.

Terlebih, beban lain-lain naik 60,3 persen menjadi Rp372,27 miliar.

Pemicunya, emiten telekomunikasi grup Sinarmas itu menderita kerugian dari investasi dalam saham senilai Rp329,21 miliar. Sedangkan pos ini pada kuartal I 2022 untung Rp31,938 miliar.

Akibatnya, FREN menderita rugi sebelum pajak senilai Rp248,08 miliar, atau membengkak 161 persen dibanding akhir Maret 2022 yang tercatat rugi sebelum pajak senilai Rp95,738 miliar.

Terlebih, perseroan menanggung beban pajak tangguhan Rp131,89 miliar. Sedangkan di kuartal I 2022, FREN justru mendapat penghasilan pajak tangguhan sebesar Rp120,72 miliar.

Hal itu memicu FREN mencatatkan rugi periode berjalan sebesar Rp379,98 miliar. Sedangkan di kuartal I 2022 mencatat laba periode berjalan sebesar Rp24,987 miliar.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal I 2023 tanpa audit FREN yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/4/2023).

Sementara itu, total kewajiban berkurang 1,1 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi Rp30,373 triliun.

Pada sisi lain, jumlah ekuitas menyusut 2,4 persen menjadi Rp15,379 triliun.