FREN Masih Defisit Rp24,3 Triliun Akhir September 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Smartfren Telecom Tbk (IDX: FREN) membukukan laba bersih sebesar Rp1,642 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun 2022, atau membaik dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat rugi Rp441,72 miliar.

Sehingga defisit berkurang 6,3 persen dibanding akhir tahun 2021 menjadi Rp24,389 triliun.  

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2022 tanpa audit emiten telekomunikasi grup Sinarmas itu, yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (11/11/2022).

Rinciannya, pendapatan usaha tumbuh 8,4 persen menjadi Rp8,286 triliun yang ditopang peningkatan jasa telekomunikasi data sebesar 5,9 persen menjadi Rp7,424 triliun.

Senada, pendapatan lain lain naik 53,7 persen menjadi Rp435 miliar.

Demikian juga dengan pendapatan jasa interkoneksi yang naik 34 persen menjadi Rp215,85 miliar.

Walau beban usaha membengkak 2,8 persen menjadi Rp7,85 triliun. Tapi laba usaha terbang 8620 persen menjadi Rp436 miliar.

Kian melambung, FREN meraup keuntungan dari investasi dalam saham senilai Rp1,621 triliun, atau terbang 1742 persen dibanding akhir September 2021 yang tercatat Rp88,354 miliar.  

Keuntungan berasal dari investasi pada PT Mora Telematika Indonesia Tbk (IDX: MORA) senililai Rp851 miliar.

Lalu pada Dalligent Solutions Pte., Ltd senilai Rp74,8 miliar.

Kian bertambah, FREN juga mendapat penghasilan pajak tangguhan senilai Rp234 miliar. Sehingga laba periode berjalan mencapai Rp1,642 triliun.