FREN Masih Defisit Rp25,9 Triliun Pada Semester I 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id PT Smartfren Telecom Tbk (IDX: FREN) mencatatkan defisit sebesar Rp25,978 triliun pada semester I 2022, atau menyusut 0,21 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 yang tembus Rp26,034 triliun.

Kondisi tersebut ditopang dengan dibukukannya laba bersih sebesar Rp54,6 miliar, atau membaik dibanding akhir Juni 2021 yang merugi sedalam Rp451,906 miliar.

Hasil tersebut, membuat perseroan menuliskan laba per saham dasar Rp0,17, sedangkan di akhir semester I 2021 mencatatkan rugi per saham dasar Rp1,45.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester I 2022 tanpa audit emiten telekomunikasi grup Sinarmas itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/8/2022).

Jelasnya, pendapatan usaha tumbuh 10,16 persen menjadi Rp5,453 triliun yang ditopang pendapatan data sebesar Rp4,947 triliun, atau tumbuh 8,2 persen dibanding akhir Juni 2021.

Senada, pendapatan selain data tumbuh 2,2 persen menjadi Rp139,42 miliar. Lalu, pendapatan jasa interkoneksi naik 42,69 persen menjadi Rp127,46 miliar.

Sedangkan pendapatan lain-lain meningkat 56,2 persen menjadi Rp239,18 miliar.

Walau beban usaha membengkak 2,34 persen menjadi Rp5,151 triliun. Tapi masih dapat meraih laba usaha sebesar Rp302,18 miliar. Sedangkan di semester I 2021 perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar Rp82,743 miliar.

Namun, beban bunga dan keuangan lain membengkak 11,52 persen menjadi Rp513,75 miliar.

Dampaknya, rugi sebelum pajak tercatat sebesar Rp182,74 miliar.

Menariknya, perseroan mendapat penghasilan pajak tangguhan sebesar Rp237,34 miliar, atau naik 66,9 persen dibanding akhir Juni 2021. Sehingga mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp54,6 miliar.