Syailendra Bakrie Lapor Defisit ENRG Senilai USD473 Juta Pada Akhir September 2023

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Energi Mega Persada Tbk (IDX: ENRG) membukukan laba bersih senilai USD45,695 juta dalam sembilan bulan tahun 2023, atau tumbuh 3,2 persen dibanding periode sama tahun 2022, yang setara USD44,087 juta.

Hasil itu memangkas defisit sebesar 8,8 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi USD473,53 juta pada akhir September 2023.

Direktur Utama ENRG, Syailendra Surmansyah Bakrie menyampaikan, penjualan sepanjang sembilan bulan tahun 2023 tercatat senilai USD296,39 juta.

Pendapatan itu menyusut 13,9 persen secara tahunan dibanding periode sama tahun 2022 yang mencapai USD344 juta.

Pasalnnya, penjualan gas bumi merosot 13  persen menjadi USD213,07 juta.

Senasib penjualan mentah amblas 5,7 persen yang tersisa USD99,693 juta.

Walau beban pokok penjualan dapat dipangkas 4 persen secara tahunan menjadi USD192,13 juta pada akhir September 2023. Tapi laba laba kotor terpapas 27,2 persen menjadi USD104,25 juta.

Sedangkan laba sebelum beban pajak penghasilan merosot 33,9 persen secara tahunan menjadi USD72,668 juta pada akhir September 2023.

Menariknya, beban pajak penghasilan turun 58,4 persen secara tahunan menjadi USD27,165 juta pada akhir September 2023.

Alhasil, laba bersih tumbuh 3,4 persen menjadi USD45,51 juta.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2023 tanpa audit ENRG yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/11/2023).

Sementara itu, jumlah kewajiban berkurang 1,9 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi USD666,97 juta pada akhir September 2023.

Pada sisi lain, total ekuitas bertambah 8,7 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi USD559,85 juta pada akhir September 2023.