Harga Migas Melambung, ENRG Raup Laba USD10 Juta Pada Akhir Maret 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Energi Mega Persada Tbk (IDX: ENRG) membukukan laba bersih senilai USD10,286 juta dalam tiga bulan pertama tahun 2022, atau naik 67 persen dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat senilai USD6,159 juta.

Direktur Utama ENRG, Syailendra S. Bakrie menjelaskan, penjualan, laba usaha, dan laba bersih di triwulan I 2022 menunjukan peningkatan dari tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh kenaikan produksi gas dari blok Kangean dan Bentu.

Selanjutnya, produksi minyak juga meningkat dari blok Malacca Strait.

“Perseroan juga membukukan harga jual minyak dan gas yang lebih tinggi di tahun ini," jelas dia dalam keterangan tertulis, Rabu (1/6/2022).

Rincinya, perseroan mencatatkan penjualan mencapai USD112,57  juta, atau naik 40 persen dibanding kuartal I 2021 yang tercatat senilai USD80,229 juta.

Hal itu ditopang kenaikan penjualan gas bumi sebesar 30,04 persen menjadi USD88,363 juta.

Perseroan menghasilkan gas sebanyak 212 juta kaki kubik per hari, dengan nilai jual naik 23 persen menjadi USD6,59 per mcf.

Senada, penjualan minyak mentah tumbuh 45 persen menjadi USD29,682 juta.

Perseroan menghasilkan minyak mentah sebanyak 4.714 barel per hari, dengan nilai jual naik 1144 persen yakni senilai USD103,65 per barel.

Walau beban pokok penjualan membengkak 51,4 persen menjadi USD68,654 juta, tapi laba kotor tumbuh 26,4 persen menjadi USD43,923 juta.

Ia melanjutkan, perseroan akan terus mengembangkan bisnisnya baik dari portfolio aset-aset yang sudah ada, maupun melalui akuisisi atas aset baru di masa mendatang, serta akan secara aktif melanjutkan kegiatan eksplorasi untuk meningkatkan cadangan migas.