ANALIS MARKET (28/9/2022) : IHSG Diperkirakan Cenderung Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (27/9), IHSG ditutup melemah 15,05 poin (-0,21%) ke level 7.112,45.

IHSG melemah disebabkan nilai tukar rupiah yang terdepresiasi 0,24% terhadap dollar AS menjadi Rp15.120 (JISDOR) seiring dengan capital outlow yang terus terjadi akibat pengetatan kebijakan moneter dari bank sentral negara maju untuk menekan inflasi yang tinggi.

Di saat yang sama, OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 menjadi 2,2% (proyeksi sebelumnya 2,8%).

Kemudian, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani mengatakan, bahwa potensi resesi global tahun depan sudah di depan mata.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif. Tekanan jual yang kuat terus berlanjut karena investor khawatir atas penurunan pendapatan perusahaan mengingat kenaikan suku bunga yang agresif, dolar yang sangat kuat, dan proyeksi terjadinya resesi ekonomi global.

Suasana suram diperburuk oleh serangkaian pidato The Fed yang hawkish, dengan Presiden The Fed Chicago, Charles Evans dan Presiden Fed St. Louis, James Bullard mengatakan, memungkinkan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam pertemuan mendatang.

Selain itu, rilis ekonomi yang optimis mendukung sikap agresif The Fed: pesanan baru untuk barang modal manufaktur AS naik lebih dari yang diharapkan pada Agustus, dan penjualan rumah secara tak terduga rebound bulan lalu.

Di sisi lain, indeks volatilitas VIX memuncak di atas 34. DJIA (-0,43%), S&P 500 (-0,21%), dan Nasdaq (+0,25%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung melemah seiring potensi berlanjutnya net foreign sell,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (28/9/2022).