ANALIS MARKET (22/9/2022) : IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Bursa AS ditutup melemah pada Rabu (21/9): DJIA -1.7%, S&P 500 -1.71%, dan Nasdaq -1.79%. Pasar mendapat tekanan pasca pengumuman suku bunga acuan The Fed; meskipun kenaikan suku bunga acuan saat ini sesuai dengan perkiraan pasar (75 bps), pimpinan The Fed Jerome Powell dalam konferensi persnya mengindikasikan bahwa bank sentral AS itu akan tetap agresif dalam menaikkan suku bunga acuan demi menghadapi tantangan inflasi. Ia juga menyebutkan bahwa The Fed memperkirakan suku bunga acuan akan mencapai 4.4% tahun depan, dan mencapai titik puncak di 4.6%. Yield UST 10 tahun naik ke level 3.55%, dan USD index naik ke level 110.60.

Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi; minyak WTI  -1.7% ke level USD 83/bbl, nikel turun -0.6% menjadi USD 24,827/ton, sedangkan batu bara +2.3% ke level USD 448/ton, dan emas +0.4% ke USD 1,680/ toz.

Bursa Asia ditutup melemah pada Rabu (21/9); Hang Seng -1.8%, Nikkei -1.4%, Kospi -0.9%, dan Shanghai -0.2%. EIDO ditutup melemah -0.3% di level 24.2. IHSG ditutup turun -0.1% ke level 7,188, dengan net sell asing di pasar reguler sebesar IDR 993.5 miliar dan net buy di pasar negosiasi sebesar IDR 81.6 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh UNVR (IDR 57 miliar), PGAS (IDR 38 miliar), dan BBRI (IDR 32 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh BBCA (IDR 283 miliar), TLKM (IDR 248 miliar), dan BMRI (IDR 130 miliar). BBRI, TPIA, dan BMRI menjadi top leading movers, sementara BBCA, TLKM, dan GOTO menjadi top lagging movers.

Terjadi penambahan +2,384 kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin (21/9) dengan positivity rate sebesar 6.7% (recovery rate: 97.1%, kasus aktif: 25,410).

Adapun diperdagangan Kamis (22/9) pagi ini, pasar regional dibuka melemah dengan Kospi -1.0% dan Nikkei -0.9%.

“Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak melemah,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (22/9/2022).