ANALIS MARKET (23/8/2022) : IHSG Berpotensi Bergerak Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Bursa AS semalam ditutup melemah: DJIA -1.91%, S&P500 -2.14%, dan Nasdaq -2.55%, akibat kekhawatiran atas kemungkinan kembalinya kenaikan suku bunga secara agresif dan antisipasi peningkatan volatilitas perdagangan menjelang pidato Jerome Powell. US stock futures terpantau sedikit naik. Yield UST 10 tahun terpantau agak naik (+1.16%) menjadi 3.02%, dan USD Index agak flat +0.73% ke level 108.96.

Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi:  Brent agak flat (-0.10%) menjadi USD96.62/bbl dan emas sedikit turun (-0.75%). Sementara itu, CPO naik (+1.76%) ke level RM4,165/ton, begitu juga batu bara naik +0.57% ke level USD416.3/ton, dan nikel (+0.61%),

Sementara itu, EIDO ditutup turun -1.10% ke level 23.35. Pada akhir perdagangan kemarin (22/8), IHSG ditutup turun -0.90% ke level 7,108.0. Top leading movers emiten BBCA, TLKM, PNBN, sementara top lagging movers emiten GOTO, MDKA, ARTO. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar IDR 957.2 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net buy sebesar IDR 957.2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy sebesar IDR 69.6 juta. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (IDR 450 miliar), BMRI (IDR 219.9 miliar), dan BBCA (IDR 209.9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh MDKA (IDR 80.1 miliar), ADMR (IDR 51.5 miliar), dan BBRI (IDR 38.2 miliar).

Di sisi lain, penambahan kasus baru COVID-19 kemarin sebanyak 3,300 kasus, dengan positivity rate sebesar 7.98% (total kasus aktif: 48,803). Sebanyak 4,978 pasien telah sembuh dengan recovery rate sebesar 96.7%.

Bursa Asia terpantau dibuka melemah : Kospi -0.42%; ASX200 -0.44%; Nikkei -1.12%.

Data ekonomi yang diantisipasi: Pengumuman suku bunga Bank Indonesia (Cons: 3.5%; Prev.: 3.5%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG kami perkirakan mungkin bergerak melemah hari ini seiring sentimen global dan regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (23/8/2022).