Penjualan Obat Produksi Sendiri Turun, Laba KAEF Anjlok 66 Persen Pada Kuartal I 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Kimia Farma Tbk (IDX: KAEF) mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,768 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2022, atau merosot 66,8 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp17,294 miliar.

Akibatnya, laba per saham dasar turun ke level Rp0,47, sedangkan di akhir Maret 2021 berada di level Rp2,73.

Data tersebut dikutip dari laporan keuangan kuartal I 2022 tanpa audit emiten farmasi BUMN itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/6/2022).

Jelasnya, penjualan bersih turun 1,7 persen menjadi Rp2,26 triliun yang ditopang penjualan obat ethical hasil produksi pihak ketiga sebesar Rp675,76 miliar, atau tumbuh 14,79 persen dibanding kuartal I 2021.

Senada, penjualan obat ethical produksi pihak ketiga tumbuh 31 persen menjadi Rp460,07 miliar.

Bahkan penjualan obat generik produksi pihak ketiga naik 135 persen menjadi Rp259,07 miliar.

Namun, pendapatan jasa klinik, lab klinik dan alat kesehatan turun 23,1 persen menjadi Rp441,9 miliar.

Senasib, penjualan obat produksi sendiri merosot 37,2 persen menjadi Rp423,68 miliar.

Sayangnya, beban pokok penjualan membengkak 2,58 persen menjadi Rp1,507 triliun, dampaknya laba kotor menyusut 9,2 persen menjadi Rp753,09 miliar.

Kian tertekan, beban usaha membengkak 1,2 persen menjadi Rp717,68 miliar.  

Terlebih, perseroan harus menanggung rugi selisih nilai tukar rupiah sedalam Rp351 juta, sedangkan akhir Maret 2021 membukukan untung Rp2,415 miliar.

Tak heran laba usaha turun 26,2 persen menjadi Rp115, 18 miliar.

Kian berkurang, beban keuangan mencapai Rp116,63 miliar. Akibatnya, laba sebelum pajak tersisa Rp2,96 miliar.

Sementara itu, aset perseroan tumbuh 0,9 persen menjadi Rp17,924 triliun dipicu kenaikan utang bank jangka pendek sebesar 14,04 persen menjadi Rp4,14 triliun.

Patut diperhatikan, arus kas digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp205 miliar.