ANALIS MARKET (20/5/2022) : IHSG Berpotensi Sideways

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Bursa saham AS hari Kamis (19/5) ditutup melemah: Dow Jones -0.75%; S&P500 -0.58%, dan Nasdaq -0.26% akibat tekanan inflasi yang berpengaruh pada pendapatan sejumlah perusahaan di 1Q22 dan kekhawatiran investor terkait resesi ekonomi yang membuat market volatil. Data initial jobless claim naik menjadi 218 ribu dari 197 ribu dan existing home sales bulan April turun menjadi 5.61 juta dari 5.75 juta. Yield UST 10Y turun -1.1% ke level 2.89% dan USD Index turun -1.13% ke level 102.72.

Pasar komoditas bergerak mixed; nikel menguat +8.1% ke level USD 28,445/ton, timah +5.5% ke level USD 34.895/ton, minyak WTI +1.7% ke level USD 111/bbl, emas +1.7% ke level USD 1,846/toz, sementara batu bara melemah -0.8% di level USD 404/ton, dan CPO -0.9% ke MYR 6,074/ton.

Bursa Asia ditutup variatif mayoritas melemah pada perdagangan Kamis (19/5): Hang Seng -2.5%, Nikkei -1.9%, Kospi -1.3%, sementara Shanghai +0.4%. IHSG ditutup menguat +0.44% ke level 6,823. Total keseluruhan net foreign sell sebesar IDR 264.3 milyar. Net sell asing di pasar regular sebesar IDR 292.3 milyar dan net buy di pasar negosiasi sebesar IDR 28 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (IDR 163.1 miliar), EMTK (IDR 155.6 miliar), dan PTBA (IDR 86.9 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (IDR 92.3 miliar), INCO (IDR 75.7 miliar), dan NFCX (IDR 65.2 miliar).  Indeks EIDO semalam ditutup menguat +1.7%.

Kasus Covid-19 di Indonesia ada penambahan 318 kasus baru kemarin (19/5), turun -2.8% dibandingkan hari sebelumnya dengan daily positive rate 0.3%. Recovery rate 97.4% dan kasus aktif turun sebesar 3,766 pada hari yang sama.

Dari dalam negeri, hari ini akan rilis data current account Indonesia di 1Q22 yang diperkirakan sebesar USD 1 milyar (prev: USD 1.4 milyar).

Dari regional, pagi ini pasar Asia dibuka menguat, Nikkei +0.15% dan Kospi +0.52%.

“IHSG diperkirakan masih ada kecenderungan sideways hari ini,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (20/5/2022).