ANALIS MARKET (10/2/2022) : IHSG Diperkirakan Kembali Melanjutkan Penguatan
Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG kembali menguat pada perdagangan kemarin (09/2), naik kembali diatas 6800 dan ditutup di level 6834,61 (+0,66%). Penguatan disebabkan karena kenaikan serempak yang terjadi pada bursa Asia dikarenakan penguatan dari bursa AS. Dari dalam negeri sendiri, penguatan bursa masih terpengaruh oleh membaiknya PDB Indonesia pada kuartal 4/2021. Sektor yang mendorong kenaikan IHSG yaitu sektor transportasi (+4,01%), sektor material dasar (0,93%), dan sektor industri (0,93%). Investor asing terlihat mencatatkan net buy tinggi kembali sebesar Rp 1,39 triliun dengan saham-saham yang paling banyak dibeli adalah: BBCA, BBRI, BBNI.
Adapun secara teknikal analis, IHSG berhasil mengalami gap up pada perdagangan kemarin, dan kini tengah menuju ke resistance 7032. Beberapa saham yang memiliki potensi kenaikan yaitu: SMGR, BBNI, BBCA, ASII, TBIG, ISSP, DGIK, PTPP, PTBA.
Sementara itu, bursa AS bergerak lebih tinggi lagi pada perdagangan kemarin, disebabkan karena pelemahan yang dialami oleh imbal hasil atau yield dari instrumen 10 tahun treasury AS. Hal ini diperkirakan akan memberikan angin segar kepada para pelaku industri terutama yang sedang mengalami pertumbuhan atau saham growth stock. Beberapa saham yang mendorong bursa AS, khususnya indeks Nasdaq adalah saham-saham big cap yakni Meta naik 5%, Microsoft naik 6,4%, dan Nvidia naik 2,2%.
MARKET OUTLOOK
Bursa Asia pada perdagangan Kamis (10/2) pagi ini, sudah mengalami pergerakan naik, Nikkei menguat 0,5%, dan Kospi menguat 0,6% saat laporan ini ditulis. Penguatan masih dipengaruhi oleh imbas kenaikan yang terjadi pada hari kemarin, serta kuatnya penutupan bursa AS.
Kemudian dari dalam negeri, IHSG hari ini diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatannya. Para investor akan menunggu rilis data inflasi yang akan diumumkan pada sesi 2, dimana diperkirakan BI tetap akan mempertahankan tingkat suku bunga di level 3,5%.
“IHSG akan bergerak pada rentang 6800 – 6850,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (10/2/2022).

