ANALIS MARKET (09/12/2022) : IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Bursa AS semalam ditutup menguat: DJIA +0.55%, S&P500 +0.75%, dan Nasdaq +1.13%. Rally moderat ini diperkirakan terjadi dikarenakan data jobless claims yang rilis baru-baru ini, yaitu continuing claims, dan naiknya saham-saham semikonduktor (Nvidia +6.5%) dan teknologi (Amazon +2.1%) setelah sell-off sebelumnya. Rilis data ekonomi AS hari Kamis malam kemarin menunjukkan initial jobless claim mencapai 230 ribu (Cons: 230K; prev: 226K), sementara continuing jobless claims mencapai 1.671 juta (Cons: 1.600 juta; Prev: 1.609 juta). Stock futures terpantau stagnan. Hal ini sebagian diperkirakan karena investor akan memantau rilis data ekonomi dalam seminggu ke depan. Data producer price index (Cons: +0.2%MoM; Prev: 0.2%MoM) dijadwalkan rilis hari Jumat malam ini. Yield UST 10 tahun naik menjadi 3.49% dan USD Index agak stagnan (+0.01%) di 104.79.

Dari pasar komoditas, terpantau bergerak bervariasi. Nikel turun -4.33% menjadi USD29,481/ton, harga Brent turun -1.32% menjadi USD76.2/bbl, CPO turun -0.45% ke RM3,951/ton dan batu bara turun -2.96% menjadi USD378.85/ton, sedangkan emas naik +0.19%.

EIDO ditutup naik +0.79% ke level 22.85. Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -0.21% ke level 6,804.2. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar IDR 2,022.4 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar IDR 1,981.9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing sebesar IDR 40.5 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BMRI (IDR 515.3 miliar), BBCA (IDR 484.7 miliar), dan TLKM (IDR 337.4 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh INKP (IDR 42.6 miliar), INCO (IDR 41.6 miliar), dan AMRT (IDR 29.3 miliar). Top leading movers emiten BBRI, TLKM, MDKA, sementara top lagging movers emiten BMRI, GOTO, BYAN.

Terdapat penambahan 2,977 kasus baru COVID-19 di hari Kamis (09/12) dengan positivity rate sebesar 9.19% (total kasus aktif: 45,562 kasus). Sebanyak 5,118 pasien telah sembuh dengan recovery rate sebesar 96.9%.

Rilis data ekonomi Indonesia yang dijadwalkan malam ini adalah data penjualan retail bulan Oktober (Prev: +4.6%YoY).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG kami perkirakan akan bergerak sideways mengingat sentimen positif di bursa global, namun pasar komoditas cenderung bergerak agak bervariasi,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (09/12/2022).