ANALIS MARKET (29/11/2022) : IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Bursa AS semalam ditutup melemah: DJIA -1.45%, S&P500 -1.54%, dan Nasdaq -1.58%. Pelemahan bursa AS disebabkan meningkatnya kekhawatiran investor terkait potensi perlambatan pertumbuhan perekonomian di China mengingat terjadinya protes di beberapa kota terkait dari kebijakan zero Covid policy yang diberlakukan. Serta Investor tengah menanti release dari economic data seperti consumer confidence, serta comment dari pemimpin The Fed pada minggu ini terkait kebijakan yang akan diambil untuk melawan inflasi. Yield UST 10 tahun terpantau naik (+0.33%) menjadi 3.37% dan USD Index menguat (+0.66%) ke level 106.66.

Dari pasar komoditas, CPO flat 0%(perdagangan ditutup) di RM4,134/ton, nikel meningkat +0.45%, emas turun -0.76%, batu bara menguat (+5.04%). Sementara itu, harga Brent tercatat menguat (+1.26%) menjadi USD77.24/bbl.

EIDO ditutup menguat +0.65% ke level 23.28. Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -0.51% ke level 7,017.4. Top leading movers emiten BBRI, AMRT, BBCA sementara top lagging movers emiten GOTO, MDKA, TLKM. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar IDR428 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net buy sebesar IDR 368,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy sebesar IDR 59.8 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TBIG (IDR 63.3 miliar), TLKM (IDR 58.2 miliar), dan KLBF (IDR 37 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (IDR 340.9 miliar), MDKA (IDR 61.4 miliar), dan UNVR (IDR 55.4 miliar).

Terdapat tambahan 3.255 kasus baru COVID-19 di hari Senin (28/11) dengan positivity rate sebesar 9.19% (total kasus aktif: 57,882). Sebanyak 5,865 pasien telah sembuh dengan recovery rate sebesar 96.7%.

Bursa Asia pagi ini terpantau dibuka mix: Nikkei -0.76%; Kospi +0.05%; ASX200 -0.15%.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG kami perkirakan bergerak melemah hari ini didukung oleh pelemahan di global,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (29/11/2022).