ANALIS MARKET (29/9/2021) : IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (28/9/2021), IHSG ditutup melemah 9,38 poin (-0,15%) ke level 6.113,11.

IHSG melemah seiring aksi wait & see pelaku pasar terkait keputusan The Fed terkait kapan waktu dilakukannya tapering.

Di saat yang sama, terjadi peningkatan US 10 year treasury yield ke level 1,5% yang merupakan level tertinggi sejak Juli seiring dengan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang lebih tinggi.

Sementara itu, Wall Street diperdagangan tadi malam (28/9), ditutup melemah seiring lonjakan imbal hasil Treasury menyeret saham teknologi turun lebih dalam.

Imbal hasil pada Treasury AS 10-tahun mencapai tertinggi 3 bulan yakni di 1,5% dan tingkat 5-tahun naik di atas 1% untuk pertama kalinya sejak Februari 2020.

Sementara itu, Ketua The Fed Powell mengatakan dalam kesaksiannya di hadapan Senat AS, ekonomi telah memenuhi ujian untuk pengurangan dan masih ada jalan panjang untuk memenuhi ujian tersebut terutama dari lapangan pekerjaan yang belum maksimum.

DJIA (-1,63%), S&P 500 (-2,04%), dan Nasdaq (-2,83%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (29/9/2021).