Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Dunia Usaha Hingga Akhir Tahun

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah resmi memperpanjang pemberian insentif pajak bagi dunia usaha sampai dengan akhir tahun ini.

Padahal sebelumnya insentif pajak dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini hanya berlaku hingga Juni sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 9/PMK.03/2021.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sejumlah insentif usaha yang diperpanjang hingga akhir tahun adalah PPh 21 DTP, PPh final UMKM DTP, pembebasan PPh 22 impor, pengurangan angsuran PPh 25, dan pengembalian pendahuluan PPN.

"Fokus APBN memulihkan ekonomi dan menangani Covid-19, jadi beberapa insentif yang memang perlu diperpanjang dan kita lihat perlu, kita perpanjang untuk memulihkan demand maupun suplai," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (21/6/2021).

Ani, sapaan akrab Sri Mulyani juga menyebutkan menyebut, insentif pajak hingga 18 Juni 2021 sudah dimanfaatkan oleh lebih dari 300 ribu wajib pajak.

Untuk dunia usaha, insentif pajak yang sudah dimanfaatkan oleh wajib pajak mencapai Rp36,02 triliun.

"Untuk PMK 9 dalam hal ini diberikan pasal 21, 22, 25, restitusi (PPN), pasal 25 untuk penurunan tarif PPh Badan yang tentu dinikmati oleh semua, dan untuk UMKM," ungkapnya.

Jika dirinci, insentif PPh 21 dimanfaatkan 90.317 pemberi kerja dengan nilai Rp1,32 triliun, PPh 22 untuk 15.709 wajib pajak senilai Rp10,09 triliun, PPh 25 untuk 69.087 wajib pajak senilai Rp15,55 triliun, restitusi PPN untuk 819 wajib pajak senilai Rp1,39 triliun, PPh 25 Badan untuk seluruh wajib pajak senilai Rp6,84 triliun, dan PPh final UMKM untuk 127 ribu UMKM senilai Rp320 miliar.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif PPN untuk properti bagi 2.711 pembeli dengan nilai sekitar Rp79,99 miliar, serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan kepada lima penjual dengan nilai manfaat mencapai Rp428,67 triliun.

Disebutkan Sri Mulyani, perpanjangan insentif ini menyusul perpanjangan diskon PPnBM hingga Agustus 2021 dan diskon pajak perumahan hingga Desember 2021.

"Ini insentif agar sektor ekonomi bangkit sehingga masyarakat menggunakan resources untuk konsumsi terutama masyarakat menengah atas," pungkas Ani.