OJK Buka Kesempatan Pemegang Saham Pendiri Perusahaan Unicorn Memiliki Hak Suara Multiple

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membuka kesempatan bagi pemegang saham pendiri perusahaan padat inovasi teknologi dapat memiliki hak suara lebih dari pemegang saham lainnya atau hak suara multiple untuk menggalang dana dengan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Hal itu untuk menampung perusahaan Unicorn dan melindungi visi dan misi perusahaan yang dibangun oleh para pendiri, supaya tujuan dan perkembangan bisnis dapat terus berjalan.

Mengutip keterangan rancangan Penerapan Klasifikasi Saham dengan Hak Suara Multipel oleh Emiten Dengan Inovasi dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi Yang melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas yang diunggah pada laman OJK, Kamis (10/6/2021), bahwa Saham Dengan Hak Suara Multipel adalah klasifikasi saham dimana 1 saham memberikan lebih dari 1 hak suara kepada pemegang saham yang memenuhi persyaratan.

Adapun beberapa persyaratan yang harus dipenuhi perusahaan tersebut; harus memiliki aset lebih dari Rp2 triliun, harus telah beroperasi paling singkat 3 tahun, laju pertumbuhan majemuk tahunan dari total aset selama 3  tahun terakhir paling sedikit 35 persen, dan laju pertumbuhan majemuk tahunan dari pendapatan selama 3  tahun terakhir minimal 30 persen.

Dalam rancangan tersebut dijelaskkan, jika memenuhi syarat itu, perusahan wajib mencantumkan nama-nama pemegang saham yang memiliki hak suara multipel dalam propketus IPO.

Namun, OJK membatasi hak suara multipel itu hanya berlaku paling lama 10 tahun sejak IPO. Tapi, si pemegang suara dapat mengalihkan atau menjual saham dengan hak suara multipel setelah dua tahun sejak IPO.

Pada sisi lain, OJK membatasi kepemilikan pemegang  saham itu hanya sampai 47,3 persen dari modal ditempatkan disetor. Jika lebih, maka saham itu dianggap saham biasa.

Selanjutnya, jika porsi kepemilikan pemodal atas saham dengan hak suara multipel paling sedikit 10 persen dan paling banyak 47,3 persen, rasio hak suara saham biasa terhadap Saham dengan hak suara multipel sebesar 1 berbanding 10.

Sedangkan, Jika porsi saham pemodal saham dengan hak suara multipel lebih dari 5 persen hingga 10 persen dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh, rasio hak suara saham biasa terhadap saham dengan hak suara multipel sebesar 1 berbanding 20.

Adapun, Jika porsi saham pemodal dengan hak suara multipel lebih sedikit 3,5 persen sampai dengan kurang dari 5 persen dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh, rasio hak suara saham biasa terhadap Saham Dengan Hak Suara Multipel sebesar 1 berbanding 30.

Terakhir, jika porsi saham pemodal dengan hak suara multipel sampai dengan 2,5 persen dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh, rasio hak suara saham biasa terhadap saham dengan hak suara multipel satu banding 40.