OJK Kembali Beri Sinyal Wajib EBB Agustus Tahun Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Penerapan pemesanan saham perdana melalui aplikasi perdagangan digital atau elektronic book building (EBB) telah tertunda dua tahun.

Kini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memberi sinyal akan mewajibkannya mulai bulan Agustus 2020.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Fakhri Hilmi mengatakan, bahwa Peraturan Pelaksanaan Penawaran Awal, Penawaran, Penjatahan dan Distribusi Efek Bersifat Ekuitas Saham secara Elektronik atau e-book building akan segera berlaku.

“Sekarang sudah masuk masa pilot project, Tapi bulan Agustus nanti akan wajib,” kata dia di Padang, Kamis (12/3/2020).

Untuk diketahui, OJK juga mengatur besaran penjatahan terpusat dan penjatahan pasti.

Rinciannya, untuk IPO mengincar dana kurang dari Rp100 juta, maka besaran penjatahan terpusat atau pooling sebesar 15% dari total saham yang ditawarkan.

Jika terdapat kelebihan permintaan 2,5 kali hingga 10 kali, maka besaran pooling ditambah menjadi 17,5%, kelebihan permintaan 10 kali hingga 25 kali sebesar 20% dan lebih dari 25 kali sebesar 25%.

Sedangkan IPO dengan incaran dana Rp100 miliar hingga Rp250 miliar, besaran pooling sebesar 10%. Jika terdapat kelebihan permintaan 2,5 kali hingga 10 kali dengan pooling 12,5%, permintaan 10 kali hingga 25 kali dengan pooling 15% dan kelebihan permintaan 25 kali dengan pooling 20%.

Adapun IPO dengan target dana Rp500 miliar hingga Rp1 triliun dengan pooling sebesar 5%. Jika  terdapat kelebihan permintaan 2,5 kali hingga 10 kali dengan pooling 7,5%, permintaan 10 kali hingga 25 kali dengan pooling 10% dan kelebihan permintaan 25 kali dengan pooling 15%.

Terakhir, IPO dengan target dana lebih Rp1 triliun maka besaran pooling sebesar 2,5%.  Jika terdapat kelebihan permintaan 2,5 kali hingga 10 kali dengan pooling 5%, permintaan 10 kali hingga 25 kali dengan pooling 7,5% dan kelebihan permintaan 25 kali dengan pooling 12,5%.