Indeks Kospi Turun 0,38 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 12,12 poin, atau sekitar 0,38 persen, pada Senin (24/5/2021), menjadi 3.144,30.

Volume perdagangan moderat mencapai 581 juta saham senilai 11,5 triliun won atau sekitar US$10,2 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 646 berbanding 232.

Angka indeks melemah dipicu kekhawatiran akan diambilnya langkah tapering oleh Federal Reserve Amerika Serikat.

“Sentimen pasar memburuk akibat mencuatnya kekhawatiran bahwa The Fed mempercepat tapering seiring berakselerasinya pertumbuhan ekonomi AS. Selain itu, para investor juga merespon negatif keterpurukan yang terjadi di pasar mata uang kripto,” jelas Seo Sang-Young, analis Mirae Asset Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing melepas saham senilai 238 miliar won, sedangkan investor ritel dan institusi masing-masing meraup saham senilai 177 miliar won dan 51 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,5 persen dan 2,45 persen. Saham perusahaan internet Naver dan perusahaan biofarmasi Celltrion masing-masing merosot 1,25 persen dan 2,42 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem melemah 0,22 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor menguat 0,22 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 0,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.127,1 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,1 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 15,60 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 7.045,90. Di Asia Tenggara, indeks perdagangan saham Bursa Filipina dan Indonesia melemah, sedangkan Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 9,81 poin, atau sekitar 0,28 persen, menjadi 3.496,37. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 46,18 poin, atau sekitar 0,16 persen, menjadi 28.412,26.