Biden Berencana Tingkatkan Pajak Keuntungan Kapital, Wall Street Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Kamis (22/4/2021) dipicu rencana Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk meningkatkan pajak keuntungan kapital.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 321,41 poin, atau sekitar 0,94 persen, menjadi 33.815,90. Indeks S&P 500 melemah 38,44 poin, atau sekitar 0,92 persen, menjadi 4.134,98. Indeks komposit Nasdaq melorot 131,81 poin, atau sekitar 0,94 persen, menjadi 13.818,41.

Rencananya, warga AS dengan penghasilan lebih dari US$1 juta per tahun harus membayar pajak keuntungan kapital sebesar 39,6 persen, naik 20 persen dari sebelumnya. Rencana Biden tersebut mendapat respon negatif dari para pelaku pasar.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2021 turun 0,6 persen menjadi US$1.782 per ons. Indeks dolar AS naik 0,2 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,7 persen, setelah European Central Bank (ECB) memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 42,95 poin, atau sekitar 0,62 persen, menjadi 6.938,24. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 124,55 poin, atau sekitar 0,82 persen, menjadi 15.320,52.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melonjak 137 poin, atau sekitar 1,61 persen, menjadi 8.656,80. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 56,73 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 6.267,28.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,6 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3844 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,5 persen menjadi 1,1514 euro per pound.