Wall Street Melemah Dipicu Kekhawatiran Varian Delta

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Jumat (17/9/2021) dipicu mencuatnya kekhawatiran penyebaran virus Corona (COVID-19) varian delta.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 166,44 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 34.584,88. Indeks S&P 500 melemah 40,76 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 4.432,99. Indeks komposit Nasdaq melorot 137,96 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 15.043,97.

Jumlah kasus baru COVID-19 di AS mencapai 132.139 kasus pada Jumat, sedangkan jumlah kasus yang berakhir dengan kematian mencapai 1.816 kasus. Tingginya kasus baru COVID-19 disebabkan oleh varian delta.

Indeks komposit Nasdaq tertekan peningkatan imbal hasil obligasi AS. Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, hanya sektor kesehatan yang berakhir di teritori positif.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik jelang berlangsungnya pertemuan Federal Reserve AS pada pekan depan. Harga emas untuk pengiriman Oktober 2021 naik 0,2 persen menjadi US$1.759,50 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi penguatan nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,33 persen menjadi 93,225.

Bursa saham Eropa melemah pada Jumat, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,9 persen, seiring merosotnya saham sektor pertambangan usai saham Anglo American terjun 8,1 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 63,84 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 6.963,64. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 161,58 poin, atau sekitar 1,03 persen, menjadi 15.490,17.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 27,20 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 8.760,90. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis melemah 52,40 poin, atau sekitar 0,79 persen, menjadi 6.570,19.

Nilai tukar pound sterling terhadap dolar AS berada di kisaran US$1,3745 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,15 persen menjadi 1,1715 euro per pound.