ANALIS MARKET (24/02/2021) : Sentimen Beragam, IHSG Berpotensi Sideways

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, pasar saham global bergerak variatif pada perdagangan Selasa (23/2).

Dow naik tipis 15,66 poin atau 0,05% menjadi 31.537,35, begitupun S&P 500 yang naik 0,13% menjadi 3.88,37. Sedangkan Nasdaq Composite turun sebesar 0,50% menjadi 13.465,20.

Dari Eropa, FTSE tercatat naik 0,21% menjadi 6.625,94 sedangkan Stoxx600 melemah 0,42% menjadi 411,32.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.092,5, menguat.

Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dibuka turun 0,71% sedangkan Brent naik 0,11%.

Sedangkan diperdagangan hari ini, Rabu (24/2), Nikkei 225 dibuka melemah 0,84% sama dengan Kospi dibuka turun 0,40%. Adapun Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq melemah masing-masing sebesar 0,13%, 0,07% dan 0,20%. 

Sementara itu, beberapa kondisi yang layak dicermati pelaku pasar, antara lain;

1.Ketua Federal Reserve, Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral AS sama sekali tidak menarik kembali dukungannya untuk ekonomi AS yang rusak akibat pandemi, bahkan dia menyuarakan harapan untuk kembali ke aktivitas yang lebih normal dan lebih baik akhir tahun ini. Di hadapan Komite Perbankan Senat pada Selasa (23/2), ia juga mengecilkan kekhawatiran wabah inflasi dari paket stimulus fiskal besar lainnya atau dari pelepasan permintaan yang terpendam karena semakin banyak orang Amerika yang divaksinasi terhadap virus. 

2.Pemerintah kembali merevisi anggaran untuk program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2021 menjadi Rp 699,43 triliun atau hamper Rp 700 triliun, dari angka sebelumnya Rp 688 triliun. Kenaikan anggaran terutama disebabkan oleh tambahan dana sektor kesehatan yang menjadi prioritas utama pemerintah, di samping untuk membantu daya beli masyarakat dan menyelamatkan dunia usaha. Dana PC-PEN diyakini bakal menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021. Sejalan dengan kenaikan stimulus PC-PEN, pemerintah telah berhasil mengakselerasi belanja APBN di awal tahun untuk mendorong perekonomian. Hal itu tercermin pada lonjakan yang sangat tinggi untuk anggaran belanja barang, belanja modal, serta belanja bansos selama Januari 2021. 

3.Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerangkan realisasi belanja negara selama Januari 2021 mencapai Rp 145,8 triliun, tumbuh 4,2% dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 139,9 triliun. Pencapaian yang telah memenuhi 5,3% dari target belanja negara Rp 2.750 triliun dalam APBN 2021 ini jauh berbeda dibandingkan realisasi belanja Januari 2020 yang terkontraksi hingga 9,1% secara year on year (yoy). Kemenkeu juga mencatat realisasi pembiayaan utang selama Januari 2021 mencapai Rp 165,8 triliun. Angka ini naik hingga 143% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang Rp 68,2 triliun.

“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Rabu (24/02/2021). 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.