ANALIS MARKET (03/3/2021) : Sentimen Eksternal Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, pasar saham global bergerak variatif pada perdagangan Selasa (2/3) kemarin.

Dow turun 143,99 poin atau 0,46% menjadi 31.391,52, begitupun S&P 500 dan Nasdaq Composite yang turun masing-masing sebesar 0,81% dan 1,69% menjadi 3.870,29 dan 13.358,79.

Hal berbeda dari Eropa, FTSE tercatat naik 0,38% menjadi 6.613,75 diikuti Stoxx600 yang juga naik 0,19% menjadi 413,23.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.325,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dibuka turun 0,55% sedangkan Brent naik 0,27%.

Sementara itu, diperdagangan Rabu (03/3) pagi ini, Nikkei 225 dibuka menguat 0,28% sedangkan Kospi naik 0,12%. Adapun indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq menguat masing-masing sebesar 0,24%, 0,26% dan 0,36%

Lebih lanjut analis SAM juga menyebutkan beberapa kondisi/sentiment yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain; 

1.Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir akan menerbitkan peraturan Menteri (permen) mengenai tata cara pengelolaan dan restrukturisasi Penyertaan Modal Negara (PMN), pekan ini. Perubahan yang dilakukan antara lain membuat dua kategori PMN yakni untuk penugasan dan aksi korporasi, guna meningkatkan transparansi dan menghindari tumpang tindih kegiatan. Selain itu, proyek yang didapatkan oleh BUMN tidak lagi berdasarkan project base namun business base. 

2.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali memberikan relaksasi kali ini pembebasan pajak penghasilan (PPh) atas dividen yang diterima wajib pajak melalui regulasi turunan dari UU Cipta Kerja yang telah efektif berlaku per 17 Februari 2021. Adapun pengecualian dari objek PPh berlaku untuk dividen yang berasal dari dalam negeri yang diterima oleh wajib pajak orang pribadi dan badan. Selain itu, juga dividen yang berasal dari luar negeri yang diterima oleh wajib pajak. Untuk mendapatkan insentif tersebut, para investor yang merupakan wajib pajak itu, wajib menanamkan modalnya kembali sebanyak 30% dari dividen yang didapat ke dalam instrumen investasi. 

3.Australia akan tetap menutup perbatasan setidaknya selama tiga bulan lagi, karena pemerintah menganggap situasi Covid-19 di luar negeri sebagai risiko kesehatan masyarakat. Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan akan ada cukup vaksin untuk setiap orang dewasa Amerika pada akhir Mei. 

4.Regulator perbankan utama Tiongkok pada hari Selasa memperingatkan investor bahwa ada kebutuhan untuk mengurangi jumlah utang atau bubble bisa pecah. Saham terbesar Tiongkok telah kehilangan lebih dari US$ 100 miliar dalam 9 hari. Bank sentral di seluruh dunia menghadapi tantangan bagaimana dan kapan harus mundur dari langkah-langkah stimulus yang telah digunakan untuk mendukung pemulihan ekonomi di tengah pandemi sebagai respon pecahnya bubble.

“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Rabu (03/3/2021). 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.