Kementerian PUPR Klaim Program Padat Karya Tingkatkan Permukiman Tiga Kabupaten di Sulsel

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan telah melaksanakan program padat karya tunai (PKT) di 34 provinsi di Indonesia dengan anggaran sebesar Rp12,32 triliun.

Salah satu program PKT yang bersinergi dengan pemerintah daerah (Pemda) dan kelompok masyarakat adalah melakukan perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh di perkotaan melalui Program KOTAKU.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengklaim, bahwa program tersebut telah meningkatkan kualitas permukiman di tiga kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa atau pelosok. Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Menteri Basuki, dalam keterangannya, kemarin (16/9).

Menteri Basuki juga mengatakan, bahwa program ini merupakan bagian dari kolaborasi dengan Pemda setempat dalam mendorong dan mmemberdayakan masyarakat setempat sebagai pelaku pembagunan, khususnya infrastruktur dalam skal kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.

Di Provinsi Sulawesi Selatan, Program Kotaku menyasar lima Kelurahan di tiga Kabupaten, yaitu Kelurahan Tondon Mamullu Kabupaten Tana Toraja, Kelurahan Bombongan Kabupaten Tana Toraja, Kelurahan Ela-Ela Kabupaten Bulukumba, Kelurahan Mangempang Kabupaten Barru, dan Kelurahan Lalolang Kabupaten Bulukumba.

Program PKT melalui perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh perkotaan melalui pembangunan infrastruktur skala lingkungan reguler berupa rehabilitasi drainase lingkungan, dan rehabilasi jalan beton.

Pada Tahun Anggaran 2020 Program KOTAKU dilaksanakan di 364 kelurahan di seluruh Indonesia dengan anggaran Rp429,5 miliar yang akan menyerap 12.979 tenaga kerja.

Hingga pertengahan September 2020 progres penyerapan program KOTAKU mencapai Rp305 miliar atau 71,4% dengan realisasi penerima manfaat sebanyak 12.387 orang atau 98,91%.