Bio Farma Siap Produksi Vaksin Covid-19, Erick Thohir : Insya Allah Bahan Bakunya Halal

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri BUMN, Erick Thohir memastikan produksi vaksin COVID-19 di PT Bio Farma terbuat dari bahan baku yang halal.

Hal tersebut disampaikannya saat mengecek kesiapan produksi yang saat ini sudah memasuki tahap kesiapan uji klinis fase 3.

"Insya Allah bahan bakunya pasti halal, karena Bio Farma sudah menjadi salah satu pusat produksi vaksin halal, banyak negara-negara Timur Tengah yang sudah beli," kata Erick Thohir dalam rilisnya, Selasa (4/8/2020).

Meski begitu, dia mengatakan sertifikasi halal untuk vaksin COVID-19 itu nantinya bakal dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurutnya, sejauh ini Bio Farma memang sudah terbiasa memproduksi vaksin dengan halal.

"Tentu untuk vaksin COVID-19 itu sertifikasi halalnya di MUI, tapi bahan bakunya dan produksi sudah siap," kata Erick.

Dia mengatakan masyarakat tidak perlu ragu terhadap kualitas vaksin COVID-19 yang nantinya akan diproduksi oleh Bio Farma. Karena perusahaan itu menurutnya sudah cukup berpengalaman sejak tahun 1890.

Menurutnya, Bio Farma merupakan perusahaan vaksin terbesar di Asia Tenggara. Hal itu terlihat dari kemampuan BUMN ini memproduksi vaksin sebanyak dua miliar unit.

"Jadi artinya kalau nanti vaksin COVID-19 ini benar-benar uji klinisnya baik, Insya Allah masyarakat jangan sampai meragukan, jadi cerita Bio Farma itu dimulai sudah cukup lama dan diakui dunia," katanya.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ini mengungkapkan hingga saat ini Bio Farma memiliki kapasitas produki awal 100 juta. Bahkan pada Desember 2020 mendatang, bakal ada gedung produksi vaksin baru yang bisa dan siap memproduksi 150 juta dosis tambahan.

“Jadi pada tahun depan akan diproduksi sebanyak 250 juta dosis, dan jumlahnya akan mencukupi untuk Indonesia . Bukan tidak mungkin, Bio Farma bisa mengekspor juga vaksin Covid-19 untuk membantu negara lain,” pungkasnya.

Vaksin Covid-19 saat ini sedang menjadi kebutuhan dunia. Seluruh lembaga penelitian dunia berlomba–lomba menemukan vaksin Covid-19.

Di Indonesia, Bio Farma menggandeng perusahaan Sinovac. Alasannya, karena vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac, menggunakan platform inactivated (virus yang diinaktivasi) yang metodenya sudah dikuasai Bio Farma sejak lama.

Faktor lainnya, hingga kini mereka memiliki kemampuan pengembangan vaksin Covid-19 tercepat, mempunyai pengalaman sebagai perusahaan pertama di dunia yang menyelesaikan fase 1 untuk vaksin SARS, dan memiliki produk vaksin H1N1 (Swine Flu) pertama yang disetujui dunia.